(1) Cu-tiang bertanya tentang menjunjung Kebajikan dan menyingkirkan pikiran sesat. (S.S. XVI: 12).
(2) Nabi menjawab, "Utamakanlah sifat Satya dan Dapat Dipercaya. Ikutilah Kebenaran. Inilah menjunjung Kebajikan."
(3) "Pada waktu mencintai seseorang, mengharapkannya hidup terus; setelah benci, mengharapkannya mati. Inilah pikiran sesat. Sungguh ini bukan pembawa bahagia, melainkan ajakan pikiran sesat."