(1) Cu-tiang bertanya, "Bagaimanakah yang dinamai seorang Siswa yang telah berhasil?" (S.S.XIII. 20; XV. 6).
(2) Khongcu menjawab, "Apa yang kau maksudkan dengan kata 'telah berhasil'?"
(3) Cu-tiang berkata, "Yaitu seseorang yang ternama dalam negeri, dan ternama pula dalam keluarganya." (S.S. XIX.1)
(4) Nabi bersabda, "Itu hanya orang yang ternama, belum seorang yang telah 'berhasil'."
(5) Seorang yang 'telah berhasil' itu dengan kemurnian dan kelurusan menyukai Kebenaran; pandai memeriksa kata-kata dan melihat wajah seseorang serta selalu memikirkan bawahannya. Dengan demikian dalam negara ia telah berhasil dan dalam keluarga pun ia telah berhasil. (T.S. VIII).
(6) Sedangkan orang yang ternama itu mungkin hanya seorang yang di luarnya nampak berlaku Cinta Kasih, tetapi tidak demikian di dalam hatinya. Orang yang demikian ini besar kemungkinan dapat ternama dalam negeri dan dalam keluarga."