(1) Keluarga Kwi menyiapkan tentara untuk menyerang daerah Cwan-ji.
(2) Jiam Yu dan Kwi-lo menghadap Nabi Khongcu dan melaporkan, "Keluarga Kwi hendak menggempur daerah Cwan Ji."
(3) Nabi Khongcu bersabda, "Kiu, bukankah ini karena kesalahanmu?
(4) "Pembesar daerah Cwan-ji dahulu oleh raja almarhum diberi tugas memimpin upacara sembahyang di gunung Tong Bong. Daerah ini bukankah masuk daerah sendiri? Dan pembesarnyapun menteri kerajaan sendiri, mengapakah perlu digempur?"
(5) Jiam Yu berkata, "Ini ialah kehendak Kwi-sun. Kami berdua tidak menghendakinya."
(6) Nabi Khongcu bersabda, "Kiu, dahulu seorang bernama Ciu Jiem pernah berkata 'Kalau dapat menunjukkan kemampuanmu, bekerjalah. Kalau tidak dapat, berhentilah.' Seumpama menuntun orang buta, tetapi tidak mau memegang bila orang itu terhuyung-huyung, dan tidak mau menolong bila orang itu jatuh. Apakah gunanya?
(7) "Kata-katamu sungguh-sungguh salah, seumpama orang yang diberi tugas menjaga harimau atau badak, tetapi membiarkannya lepas dari kurungan; disuruh menjaga kura-kura atau batu giok, tetapi dibiarkan rusak di tempatnya; siapakah yang harus disalahkan?"
(8) Jiam Yu berkata, "Pada saat ini daerah Cwan-ji terus memperkuat benteng-bentengnya lagi pula sangat dekat dengan daerah Pi; kalau tidak dirampas sekarang, kelak akan menyusahkan anak cucu."
(9) Nabi Khongcu bersabda, "Kiu, seorang Kuncu itu benci akan perbuatan menutupi ketamakan dengan berdalih-dalih.
(10). "Apa yang pernah Khiu dengar; tidak peduli seorang pangeran atau seorang Kepala Keluarga, ia tidak perlu khawatir kekurangan harta benda, hanya perlu khawatir kalau-kalau tidak ada keadilan. Tidak perlu khawatir karena miskin, hanya perlu khawatir kalau-kalau tidak ada perasaan sentosa. Kalau ada keadilan, tiada persoalan kemiskinan; kalau ada persatuan, tidak ada persoalan kekurangan orang; dan kalau ada perasaan sentosa, niscaya tidak ada bahaya yang perlu ditakuti.
(11) "Kalau dengan cara ini orang yang jauh masih tidak mau tunduk, tarik lah dengan membina Kebudayaan dan Kebajikan. Setelah datang berilah hidup sentosa.
(12) "Sekarang kamu Yu dan Kiu, sebagai menteri, tidak dapat menundukkan orang yang di tempat jauh sehingga tidak mau datang; negeri terpecah-pecah kamu tidak bisa menolong, bahkan akan menggerakkan perisai dan tombak untuk menindas daerah sendiri.
(13) "Aku khawatir kesukaran yang dialami Kwi-sun ini bukan karena daerah Cwanji, melainkan kekalutan di dalam keluarga sendiri!"