Pada waktu Nabi berjumpa dengan seorang yang sedang berkabung; yang mengenakan topi dan pakaian kebesaran; atau seorang buta, sekalipun orang itu lebih muda, niscaya berdiri bila orang itu lewat. Bila Nabi melewati, selalu mempercepat langkahnya. (S.S. X : 25).