(1) Kongsun Thio bertanya, "Jalan Suci itu sesungguhnya sangat tinggi dan indah, tetapi untuk mencapainya ialah seperti memanjat langit dan kira-kira tidak akan dapat tercapai. Mengapakah tidak mau merendahkan agar tiap pelajar dapat merasa sanggup dan melatihnya setiap hari?"
(2) Bingcu berkata, "Seorang tukang yang pandai tidak akan mengubah atau menghapuskan tali ukurannya hanya karena ada tukang yang bodoh. Gee juga tidak akan mengubah cara mementang busurnya hanya karena ada pemanah bodoh."
(3) "Seorang Kuncu mengajar seperti orang mengajar memanah, busur dipentang penuh, anak panah tidak dilepaskan tetapi sudah nampak akan meluncur. Dia hanya tegak tepat di Jalan Suci dan orang yang mampu akan mengikutinya."