Si Shu

Kitab Empat · 四书

Da Xue · Ajaran Besar

Bab 3

Ayat 1

Di dalam Kitab Sanjak (Shi Jing - Si King) tertulis,“ Daerah ibu kota yang seribu li - li luasnya itu, menjadi tempat kediaman rakyat.”

Ayat 2

Di dalam Kitab Sanjak (Shi Jing - Si King) tertulis, “Berkicau burung kepodang, hinggap jauh di gunung rimbun.” Nabi bersabda, “Seekor burung hanya, namun dia tahu Tempat Hentian. Teralahkah manusia oleh seekor burung?”

Ayat 3

Di dalam Kitab Sanjak (Shi Jing - Si King) tertulis, “Sungguh luhur dan agung Raja Wen - Bun, betapa gemilang budinya karena selalu di Tempat Hentian. Sebagai raja ia berhenti pada Cinta Kasih; sebagai menteri berhenti pada sikap Hormat (akan tugas); sebagai anak berhenti pada sikap Bakti; sebagai ayah berhenti pada sikap Kasih Sayang; dan dalam pergaulan dengan rakyat senegeri berhenti pada sikap Dapat Dipercaya.”

Ayat 4

Di dalam Kitab Sanjak (Shi Jing - Si King) tertulis, “Pandanglah tebing sungai Qi - Ki, hijau berkilau jajaran bambu. Adalah seorang jun zi - kun cu yang mengesankan; laksana (tanduk) dibelah, dikikir; laksana (batu) di pahat, di gosok. Betapa teliti dan tekun dia, betapa terang dan mulia. Adalah seorang jun zi - kun cu yang senantiasa tak boleh dilupakan.” 'Laksana dibelah, dikikir' itulah cara belajarnya. 'Laksana dipahat, digosok' itulah cara membina dirinya. 'Betapa teliti dan tekun' itulah cara meluruskan hatinya. 'Betapa terang dan mulia' itulah yang menyebabkan orang hormat kepadanya, dan 'Adalah seorang jun zi - kun cu yang senantiasa tak boleh dilupakan' itulah melukiskan dao - too yang jaya dan Kebajikan yang mencapai Puncak Kebaikan, maka rakyat tidak dapat melupakannya.

Ayat 5

Di dalam Kitab Sanjak (Shi Jing - Si King) tertulis, “O, sungguh tidak dapat dilupakan baginda yang terdahulu (Wen Wang - Bun Ong dan Wu Wang - Bu Ong) itu. Sebagai pembesar hormat kepada yang wajib dihormati (keluhuran budinya); mengasihi kepada yang wajib dikasihi. Rakyat merasa bahagia dalam hal yang menggembirakan dan merasa beruntung dalam hal yang menguntungkan. Itulah yang menyebabkannya tidak dapat dilupakan.”