(1) Pangeran Ting bertanya, "Adakah sepatah kata yang dapat membangun negeri?"
(2) Nabi Khongcu menjawab, "Kata-kata tidak dapat diringkas sedemikian itu. Semuanya pernah mengucapkan, 'menjadi pemimpin itu sukar, namun menjadi pembantupun tidak mudah'. Kalau orang benar-benar mengerti sukarnya menjadi pemimpin, bukankah ini berarti sepatah kata dapat membangun negeri?"
(3) "Adakah sepatah kata yang dapat merobohkan negeri?"
(4) Nabi Khongcu menjawab, "Kata-kata tidak dapat diringkas sedemikian rupa. Semuanya pernah mengucapkan, 'Sesungguhnya aku tidak senang menjadi pemimpin, hanya aku senang karena dalam kedudukan ini, kata-kataku tidak ada yang berani membantah.' Kalau dalam hal-hal yang baik dan tiada yang berani membantah, memang ini baik pula. Tetapi dalam hal-hal yang tidak baik dan tiada yang berani membantah, bukankah ini berarti sepatah kata dapat merobohkan negeri?"