Si Shu

Kitab Empat · 四书

Lun Yu · Sabda Suci · Bab 20

Ayat 2

(1) Cu-tiang bertanya kepada Nabi Khongcu, "Bagaimanakah cara menjalankan pemerintahan sebaik-baiknya?"

(2) Nabi menjawab, "Junjunglah Lima Yang Indah dan buanglah Empat Yang Buruk, dengan cara ini akan dapat menjalankan pemerintahan sebaik-baiknya."

(3) Cu-tiang bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan Lima Yang Indah itu." Nabi bersabda, "Seorang Kuncu bermurah hati tetapi tidak memboros; menyuruh orang berjerih payah, tetapi tidak menyebabkan sesal ; mempunyai keinginan tetapi tidak tamak; berwibawa tetapi tidak sombong; dan, keras tetapi tidak buas."(S.S.IV :18 ;XIII :26 ;VII : 38 ).

(4) Cu-tiang bertanya, Apakah yang dimaksud dengan bermurah hati tetapi tidak memboros? Nabi bersabda, Keuntungan yang diperoleh rakyat dirasakan sebagai keuntungan sendiri. Bukankah ini bermurah hati tetapi tidak memboros? Dipilih hal-hal yang perlu disertai jerih payah, barulah disuruh mengerjakan. Siapakah yang akan menyesali? Menginginkan peri Cinta Kasih dan mendapatkan Cinta Kasih itu, bagaimanakah bisa tamak? Seorang Kuncu, terhadap orang banyak atau sedikit, urusan kecil atau besar tidak berani meremehkan; maka bukankah ia berwibawa tetapi tidak sombong? Seorang Kuncu rapi pakaian dan topinya, matanya tidak sembarang melihat, sehingga orang yang memandangnya menaruh segan; bukankah ia bersikap keras tetapi tidak buas?"

(5) Cu-tiang bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan Empat Yang Buruk?" Nabi bersabda, "Dengan tanpa memberi pendidikan, lalu menjatuhkan hukuman berat, ini dinamai kejam. Dengan tidak memberi kesempatan bersiap lalu menghendaki pekerjaan sempurna, ini dinamai sewenang-wenang. Dengan tidak memberi perintah tegas, kemudian meminta pekerjaan segera selesai, ini dinamai pencuri. Dan memberi sesuatu tetapi ragu-ragu untuk menyerahkan, ini dinamai pelit."