(1) Giau bersabda, "Hai, kamu Sun, perintah Tuhan Yang Maha Esa untuk penggantian takhta ini sekarang diberikan kepadamu. Pegang teguhlah tepat di tengah. Kalau di empat penjuru lautan ini menderita sengsara, Karunia Tuhan itupun akan berakhir selama-lamanya." (Su King II.2).
(2) Ketika Sun menyerahkan takhtanya kepada I, juga mengamanatkan hal ini.
(3) (Ketika Sing Thong melakukan sembahyang kepada Tuhan) berkata, "HambaMu yang kecil Li, memberanikan diri mempersembahkan korban lembu hitam, dan dengan ini memberanikan diri menyatakan kepadaMu Tuhan Yang Maha Besar, bahwa kepada orang yang jahat itu hambaMu tidak berani mengelakkan diri untuk tidak menghukumnya. Kebaikan maupun keburukan hamba, juga tidak berani hamba menyembunyikannya. Akan hal ini, Tuhan sendiri mengetahuinya. Kalau hamba berdosa janganlah ditimpakan hukuman kepada segenap rakyat dan bila rakyat berbuat dosa biarlah dihukumkan ke atas diri hamba." (Su King IV. 3).
(4) Ketika Raja Negeri Ciu membagi-bagikan hadiah besar, orang-orang yang baik mendapatkan paling banyak. (Su King V. 3).
(5) "Walaupun mempunyai banyak kerabat, tidak sebanding dengan orang-orang (ku) yang berperi Cinta Kasih. Oleh karenanyalah rakyat berpaling kepadaku seorang." (A.B. IX : 3).
(6) Maka diperintahkan, agar dengan teliti diperiksa ukuran-ukuran, diperbaiki hukum-hukum, dan dibina kembali jawatan-jawatan yang sudah terbengkalai, sehingga di empat penjuru pemerintahan berjalan lancar.
(7) Dibangunkanlah kembali negara yang musnah dalam peperangan, diusahakan dapat tersambung keturunan orang-orang yang terputus turunan dan diangkat dalam jabatan kembali orang-orang pandai yang telah menyingkirkan diri sehingga hati rakyat di dunia tunduk kepadanya.
(8) Adapun yang harus diutamakan bagi rakyat ialah makanan, perkabungan dan sembahyang.
(9) Yang lapang hati niscaya mendapat simpati umum, yang dapat dipercaya niscaya mendapat kepercayaan orang, yang cekatan niscaya berhasil pekerjaannya dan yang adil niscaya mendapat sambutan yang menggembirakan (S.S. XVII:6)