Si Shu

Kitab Empat · 四书

Lun Yu · Sabda Suci

Bab 20

Ayat 1

(1) Giau bersabda, "Hai, kamu Sun, perintah Tuhan Yang Maha Esa untuk penggantian takhta ini sekarang diberikan kepadamu. Pegang teguhlah tepat di tengah. Kalau di empat penjuru lautan ini menderita sengsara, Karunia Tuhan itupun akan berakhir selama-lamanya." (Su King II.2).

(2) Ketika Sun menyerahkan takhtanya kepada I, juga mengamanatkan hal ini.

(3) (Ketika Sing Thong melakukan sembahyang kepada Tuhan) berkata, "HambaMu yang kecil Li, memberanikan diri mempersembahkan korban lembu hitam, dan dengan ini memberanikan diri menyatakan kepadaMu Tuhan Yang Maha Besar, bahwa kepada orang yang jahat itu hambaMu tidak berani mengelakkan diri untuk tidak menghukumnya. Kebaikan maupun keburukan hamba, juga tidak berani hamba menyembunyikannya. Akan hal ini, Tuhan sendiri mengetahuinya. Kalau hamba berdosa janganlah ditimpakan hukuman kepada segenap rakyat dan bila rakyat berbuat dosa biarlah dihukumkan ke atas diri hamba." (Su King IV. 3).

(4) Ketika Raja Negeri Ciu membagi-bagikan hadiah besar, orang-orang yang baik mendapatkan paling banyak. (Su King V. 3).

(5) "Walaupun mempunyai banyak kerabat, tidak sebanding dengan orang-orang (ku) yang berperi Cinta Kasih. Oleh karenanyalah rakyat berpaling kepadaku seorang." (A.B. IX : 3).

(6) Maka diperintahkan, agar dengan teliti diperiksa ukuran-ukuran, diperbaiki hukum-hukum, dan dibina kembali jawatan-jawatan yang sudah terbengkalai, sehingga di empat penjuru pemerintahan berjalan lancar.

(7) Dibangunkanlah kembali negara yang musnah dalam peperangan, diusahakan dapat tersambung keturunan orang-orang yang terputus turunan dan diangkat dalam jabatan kembali orang-orang pandai yang telah menyingkirkan diri sehingga hati rakyat di dunia tunduk kepadanya.

(8) Adapun yang harus diutamakan bagi rakyat ialah makanan, perkabungan dan sembahyang.

(9) Yang lapang hati niscaya mendapat simpati umum, yang dapat dipercaya niscaya mendapat kepercayaan orang, yang cekatan niscaya berhasil pekerjaannya dan yang adil niscaya mendapat sambutan yang menggembirakan (S.S. XVII:6)

Ayat 2

(1) Cu-tiang bertanya kepada Nabi Khongcu, "Bagaimanakah cara menjalankan pemerintahan sebaik-baiknya?"

(2) Nabi menjawab, "Junjunglah Lima Yang Indah dan buanglah Empat Yang Buruk, dengan cara ini akan dapat menjalankan pemerintahan sebaik-baiknya."

(3) Cu-tiang bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan Lima Yang Indah itu." Nabi bersabda, "Seorang Kuncu bermurah hati tetapi tidak memboros; menyuruh orang berjerih payah, tetapi tidak menyebabkan sesal ; mempunyai keinginan tetapi tidak tamak; berwibawa tetapi tidak sombong; dan, keras tetapi tidak buas."(S.S.IV :18 ;XIII :26 ;VII : 38 ).

(4) Cu-tiang bertanya, Apakah yang dimaksud dengan bermurah hati tetapi tidak memboros? Nabi bersabda, Keuntungan yang diperoleh rakyat dirasakan sebagai keuntungan sendiri. Bukankah ini bermurah hati tetapi tidak memboros? Dipilih hal-hal yang perlu disertai jerih payah, barulah disuruh mengerjakan. Siapakah yang akan menyesali? Menginginkan peri Cinta Kasih dan mendapatkan Cinta Kasih itu, bagaimanakah bisa tamak? Seorang Kuncu, terhadap orang banyak atau sedikit, urusan kecil atau besar tidak berani meremehkan; maka bukankah ia berwibawa tetapi tidak sombong? Seorang Kuncu rapi pakaian dan topinya, matanya tidak sembarang melihat, sehingga orang yang memandangnya menaruh segan; bukankah ia bersikap keras tetapi tidak buas?"

(5) Cu-tiang bertanya, "Apakah yang dimaksud dengan Empat Yang Buruk?" Nabi bersabda, "Dengan tanpa memberi pendidikan, lalu menjatuhkan hukuman berat, ini dinamai kejam. Dengan tidak memberi kesempatan bersiap lalu menghendaki pekerjaan sempurna, ini dinamai sewenang-wenang. Dengan tidak memberi perintah tegas, kemudian meminta pekerjaan segera selesai, ini dinamai pencuri. Dan memberi sesuatu tetapi ragu-ragu untuk menyerahkan, ini dinamai pelit."

Ayat 3

(1) Nabi bersabda, "Yang tidak mengenal Firman, ia tidak dapat menjadi seorang Kuncu."

(2) "Yang tidak mengenal Kesusilaan, ia tidak dapat teguh pendirian."

(3) "Yang tidak mengenal perkataan, ia tidak dapat mengenal manusia." (S.S. VIII : 8)