(1) Cu-he bertanya, "Apakah arti kalimat 'Betapa manis tawanya, betapa elok cahaya matanya, semua dari dasar putih dibubuhi warna'?"
(2) Nabi menjawab, "Itulah cara orang menggambar, lebih dahulu didasari putih, lalu dibubuhi warna-warna."
(3) Cu-he bertanya, "Kalau begitu. Tata Susilakah yang harus didasari (Cinta Kasih)?" Nabi menjawab, "Engkaulah Siang yang menyedarkanKu! Sekarang dapat Kuajak engkau merundingkan isi Kitab Sanjak"