Si Shu

Kitab Empat · 四书

Lun Yu · Sabda Suci

Bab 8

Ayat 1

Nabi bersabda, "Sungguh sempurna Kebajikan Thai-Pik; tiga kali ia rela melepaskan haknya sebagai putera mahkota. Maka rakyat tidak mengerti bagaimana harus memujinya." (S.S. XIV :7).

Ayat 2

(1) Nabi bersabda, "Melakukan hormat tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang repot. Berhati-hati tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang serba takut. Berani tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang suka mengacau. Dan jujur tanpa tertib Kesusilaan, akan menjadikan orang berlaku kasar."

(2) "Maka, seorang pembesar bila benar-benar dapat melakukan tugas di dalam keluarganya, rakyat akan timbul peri Cinta Kasihnya; bila tidak dilupakan sahabat-sahabat lamanya, rakyat tidak tawar perasaan hatinya."

Ayat 3

(1) Tatkala Cingcu sakit, dikumpulkan murid-muridnya, lalu berkata, "Singkaplah selimut kakiku, singkaplah selimut tanganku! (Lihat baik-baik!)." (S.S. I : 4).

(2) "Di dalam Kitab Sanjak tertulis, 'Hati-hatilah, was-wallah seolah-olah berjalan di tepi jurang dalam, seolah-olah berdiri menginjak lapisan es tipis.' Sekarang dan selanjutnya sudah bebaslah aku dari tanggung jawab atas tubuhku. Ingatlah ini, hai anak-anakku!" (Siking II.5.1.6).

Ayat 4

(1) Tatkala Cingcu sakit, Bing Kingcu menengoknya.

(2) Cingcu berkata, "Burung yang akan mati terdengar sedih suaranya; sedang orang yang akan mati, baik kata-katanya"

(3) "Seorang Kuncu menjunjung tinggi tiga syarat hidup di dalam Jalan Suci. Di dalam sikap dan lakunya , ia menjauhkan sikap congkak dan angkuh; pada wajahnya selalu menunjukkan sikap dapat dipercaya dan di dalam percakapannya selalu ramah tamah serta menjauhi kata-kata yang kasar."

(4) "Mengenai alat perlengkapan upacara sembahyang tidak perlu engkau ikut mencampurinya, karena sudah ada yang mengurus."

Ayat 5

Cingcu berkata, "Cakap, tetapi suka bertanya kepada yang tidak cakap; berpengetahuan luas tetapi suka bertanya kepada yang kurang pengetahuan; berkepandaian tetapi kelihatan tidak; berisi tetapi nampak kosong; tidak mendendam atas perbuatan buruk orang lain; dahulu aku mempunyai seorang teman yang dapat melakukan ini."

Ayat 6

Cingcu berkata, "Seorang yang dapat diserahi mengasuh anak yatim piatu, dapat menunaikan tugas negara di tempat yang beratus li jauhnya, dan di dalam menjumpai kesulitan tidak goncang hatinya, bukankah ia seorang Kuncu? Sungguhlah ia seorang Kuncu!"

Ayat 7

(1) Cingcu berkata, "Seorang siswa tidak boleh tidak berhati luas dan berkemauan keras, karena beratlah bebannya dan jauhlah perjalanannya."

(2) "Cinta Kasih itulah bebannya, bukankah berat? Sampai mati barulah berakhir, bukankah jauh?"

Ayat 8

(1) Nabi bersabda, "Bangunkan hatimu dengan Sanjak." (S.S. VI 6).

(2) "Tegakkan pribadimu dengan Kesusilaan." (S.S. XX : 3).

(3) "Sempurnakan dirimu dengan Musik."

Ayat 9

Nabi bersabda, "Apa yang boleh bagi rakyat, biarlah dilaksanakan; yang tidak boleh, biarlah diketahui." (Bc. VIIA : 5).

Ayat 10

Nabi bersabda, "Seorang yang menyukai keberanian tetapi takut sengsara, akan menjadi pengacau. Yang tidak berperi Cinta Kasih bila terlalu dibenci, iapun akan menjadi pengacau."

Ayat 11

Nabi bersabda, "Biar mempunyai kepandaian sebagai Pangeran Ciu, bila ia sombong dan tamak, sesungguhnya belum patut dipandang." (S.S. VII : 5).

Ayat 12

Nabi bersabda, "Orang yang setelah belajar tiga tahun tanpa sedikitpun mengingat akan hadiahnya, sesungguhnya jarang didapat."

Ayat 13

Nabi bersabda, "Hanya orang yang benar-benar dengan penuh kepercayaan suka belajar, baharulah ia dapat memuliakan Jalan Suci hingga matinya."

(2) "Ia tidak masuk ke tempat yang berbahaya. Ia tidak mau berdiam di tempat yang kacau balau, Bila dunia dalam Jalan Suci, ia keluar menunaikan tugas; bila dunia ingkar dari Jalan Suci, ia menyembunyikan diri." (S.S. XIV : 1).

(3) "Bila negara di dalam Jalan Suci, ia merasa malu hidup sengsara dan hina; tetapi, bila negara ingkar dari Jalan Suci, ia merasa malu hidup kaya dan mulia."

Ayat 14

Nabi bersabda, "Kalau tiada atas hal yang berhubungan dengan kedudukanmu, janganlah ikut campur tangan."

Ayat 15

Nabi bersabda, "Guru musik Ci pada waktu mulai memangku jabatan, telah memainkan lagu Kwan-chi dengan akhiran yang sangat megah, merdu memenuhkan telinga."

Ayat 16

Nabi bersabda, "Seorang yang hanya berani dan tidak jujur, yang tidak cakap dan tidak hati-hati, yang tidak pandai dan tidak dapat dipercaya; Aku tidak tahu apa yang akan terjadi atas dirinya."

Ayat 17

Nabi bersabda, "Di dalam belajar hendaklah seperti engkau tidak dapat mengejar dan khawatir seperti engkau akan kehilangan pula."

Ayat 18

Nabi bersabda, "Sungguh tinggi dan mulia Raja Sun dan I. Meski dunia menjadi miliknya, sedikitpun tidak untuk kesenangan diri sendiri."

Ayat 19

(1) Nabi bersabda, "Sungguh besar pribadi Giau sebagai raja, sungguh mulia dia. Hanya Tuhan Yang Maha Esa, Maha Besar; dan hanya Giau, dapat mengikutiNya. Sungguh besarlah (Kebajikannya). Maka rakyat tidak tahu bagaimana harus memujinya.

(2) "Betapa mulia jasa-jasanya dan adat susila yang diciptakan,sesungguhnya sangat cemerlang."

Ayat 20

(1) Ada lima orang menteri Raja Sun untuk mengatur dunia.

(2) Raja Bu berkata, "Ada 10 orang menteriku yang cakap."

(3) Nabi Khongcu bersabda, "Memang sukar mencari orang yang cakap. Bukankah begitu? Bukankah pada jaman Tong Giau dan Gi Sun (sampai jaman Raja Bu) merupakan jaman banyak orang pandai? (Diantara sepuluh orang menteri yang dikatakan Raja Bu itu) adalah seorang wanita, jadi hanya ada 9 orang laki-laki yang cakap."

(4) Pada waktu itu Raja Bun (ayah Raja Bu) telah menguasai dua pertiga dunia, tetapi ia tetap mengabdi setia kepada Kerajaan len. Kebajikan yang dilaksanakan Kerajaan Ciu (oleh Raja Bun) sesungguhnya sudah mencapai puncak Kebajikan."

Ayat 21

Nabi bersabda, "Tentang Raja I sesungguhnya tiada yang dapat Kucela. Makan minumnya sangat sederhana, tetapi di dalam sembahyang kepada leluhur dan Tuhan Yang Maha Rokh dapat berlaku bakti benar. Pakaiannya sangat sederhana, tetapi waktu menjalankan upacara sembahyang, ia mengenakan pakaian dan topi yang sangat indah. Istananya sangat sederhana, tetapi dengan sepenuh tenaga ia mengatur saluran-saluran air. Sesungguh nyalah tiada yang dapat Kucela tentang Raja I." (S.S. X : 5).