Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 1b

Ayat 6

(1) Raja Swan dari Negeri Cee bertanya, "Orang-orang berkata aku hars membongkar Istana Bing-tong. Bagaimanakah pendapat Bapak?"

(2) Bingcu menjawab, "Adapun Bing-tong itu ialah ruangan kerja bagi seorang raja. Bila baginda akan menjalankan pemerintahan kerajaan yang benar, tidak perlu dibongkar."

(3) "Bolehkah aku mendengar hal pemerintahan kerajaan yang benar?" "Dahulu kala ketika Raja Bun memerintah di daerah Ki, hanya memungut sepersembilan hasil pertanian. Orang-orang yang sudah menjabat suatu pekerjaan beroleh pensiun. Di pintu-pintu kota dan pasar hanya dijaga untuk memeriksa kalau-kalau ada orang bermaksud jahat, tidak untuk memungut bea barang-barang yang dibawanya. Orang-orangpun diperkenankan menangkap ikan di tempat-tempat yang ada di daerah itu. Orang-orang yang berbuat jahat diadili dengan tidak menyangkutkan anak isterinya. Orang tua yang sudah tidak beristeri dinamai janda laki-laki, orang tua yang sudah tidak bersuami dinamai janda perempuan, orang tua yang tidak mempunyai anak dinamai sebatang kara dan anak yang sudah tidak berbapak dinamai yatim. Ke-empat jenis orang inilah orang-orang yang paling sengsara dan tidak ada tempat untuk meminta pertolongan, maka Raja Bun dalam menjalankan pemerintahan yang mengutamakan Cinta Kasih; mendahulukan ke-empat jenis orang ini. Di dalam Kitab Si King tertulis, 'Masih bahagia orang yang kaya, namun sungguh menyedihkan nasib orang yang sebatang kara.' "(II.4.8. 13).

(4) Raja berkata, "Siancai, sungguh kata-kata yang bagus!"

"Bila baginda merasa itu baik, mengapakah tidak mau menjalankannya?"

"Aku punya cacat terlalu suka akan harta."

"Dahulu Pangeran Lau juga sangat suka akan harta. Di dalam Kitab Si King tertulis, 'Pekarangan penuh timbunan padi, gudang padat dengan beras, dibungkuslah perbekalan kering dalam kantung dan karung. Bercitalah ia menjadikan negerinya jaya, disiapkan busur dan anak panah, perisai, tombak serta senjata; dan berangkatlah ke tempat baru beserta rakyatnya.' (111.2.4.1). Dengan di rumah sudah sedia padi dan beras, diperjalanan cukup perbekalan; maka baharulah berani berangkat ke tempat tujuan. Bila baginda di dalam suka akan harta dapat menarik faedahnya bersama rakyat, niscaya baginda akan menjadi raja yang besar tanpa kesukaran."

(5) "Raja berkata, 'Aku ini masih punya cacat lain, aku sangat menyukai paras elok. Pada jaman dahulu Raja Thai (T.S. XVII) juga menyukai paras elok. Ia sangat mencintai kekasihnya. Di dalam Kitab Si King tertulis, 'Demikianlah Ko-kong Than-hu, pagi benar datang dengan kudanya melarikan diri Larilah ke Barat sepanjang sungai sampai di bawah Bukit Ki. Bersama Kiang kekasihnya, ia membangun kembali rumah tangganya.' (III.1.3.2). Tetapi pada saat itu di rumah rakyat tiada wanita yang menyesali dirinya dan diluar tiada laki-laki yang terlunta. Bila baginda dalam menyukai paras elok dapat memberi faedah bagi semua rakyat, apakah yang menyukarkan baginda menjadi raja besar?"