(1) Bingcu meninggalkan Negeri Cee, Ien-su berkata kepada orang-orang, "Kalau dia tidak tahu bahwa raja kita tidak dapat disamakan dengan Sing Thong dan Raja Bu, ini menunjukkan bahwa dia kurang awas. Kalau dia sudah tahu akan hal itu, tetapi dia datang juga; terang dia hanya menginginkan kedudukan. Dia menempuh beribu li untuk menemui raja, setelah tidak bersesuaian lalu pergi. Tetapi, dia tiga hari bermalam di Kota Tiu. Mengapakah dia berlambat-lambat? Ini sungguh menyebabkan aku tidak senang !"
(2) Koocu melaporkan hal ini.
(3) Bingcu berkata, "0, bagaimana Ien-su tahu isi hatiku. Menempuh beribu li menjumpai raja, itu memang keinginanku sendiri. Setelah tidak bersesuaian lalu pergi, ini bukanlah keinginanku; hanya karena terpaksa."
(4) "Kalau aku sampai 3 malam menginap di Kota Tiu baharu berangkat pula, ialah karena dalam hatiku masih merasakan terlalu cepat. Aku masih mengharapkan raja mengubah pendiriannya. Kalau raja menyesal dan mengubah pendiriannya, niscaya akan menyusul aku untuk kembali."
(5) "Setelah aku meninggalkan Kota Tiu dan ternyata raja tidak menyusul, baharulah aku berketetapan teguh untuk pulang. Tetapi biarpun begitu, bagaimanakah aku dapat melepaskan pikiranku ? Raja mempunyai cukup sifat-sifat yang baik, bila raja menggunakan aku, bukan saja rakyat Negeri Cee beroleh tenteram sentosa; rakyat seduniapun akan beroleh tenteram sentosa. Semoga raja dapat mengubah pendiriannya, inilah tiap hari masih kuharapkan."
(6) "Bagaimanakah aku dapat bersikap sebagai orang-orang yang berpandangan sempit, setelah nasehatnya tidak diterima raja lalu marah, wajahnya lalu berubah tidak senang dan hari itu juga segera pergi sejauh-jauhnya baharu mau berhenti sekedar untuk menginap?" Mendengar hal itu Ien-su berkata, "Su sungguh seorang rendah budi."