(1) Ko-cu berkata, "Watak Sejati itu laksana pusaran air; kalau diberi jalan ke Timur akan mengalir ke Timur, kalau diberi jalan ke Barat akan mengalir ke Barat. Begitupun Watak Sejati manusia itu tidak dapat membedakan baik atau tidak baik seperti air tidak dapat membedakan Timur dan Barat."
(2) Bingcu berkata, "Air memang tidak dapat membedakan antara Timur dan Barat. Tetapi tidak dapatkah membedakan antara atas dan bawah? Watak Sejati manusia cenderung kepada baik, laksana air yang mengalir ke bawah. Orang tidak ada yang tidak cenderung kepada baik seperti air tidak ada yang tidak mengalir ke bawah."
(3) "Kini kalau air itu ditepuk, dapat terlontar naik melewati dahi, dan dengan membendung dan memberi saluran-saluran dapat dipaksa mengalir sampai ke gunung. Tetapi benarkah ini watak air? Itu tentu bukan hal yang sewajarnya. Begitupun kalau orang sampai menjadi tidak baik, tentulah karena Watak Sejatinya diperlakukan seperti ini juga."