Rajamuda Negeri Lo hendak menyuruh Gakcingcu memangku jabatan. Bing-cu berkata, "Ketika aku mendengarnya, aku sungguh girang sampai tidak bisa tidur." (VII B : 25)
(2) Kongsun Thio bertanya, "Cukup kuatkah Gakcingcu untuk itu ?"
"Tidak"
"Pandaikah ia memberi nasehat ?"
"Tidak!"
"Banyak pengetahuankah ia ?"
"Tidak!"
(3) "Kalau begitu mengapa guru begitu girang sampai tidak bisa tidur ?"
(4) "Dia seorang yang menyukai Kebaikan!"
(5) "Menyukai Kebaikan, sudah cukupkah itu ?"
(6) "Yang menyukai Kebaikan, akan dapat mengatasi hal-hal sedunia, jangankan hanya sebuah Negeri Lo."
(7) "Kalau (pembesar) memang suka akan Kebaikan, orang-orang di empat penjuru lautan, niscaya menganggap ringan jarak ribuan li untuk datang menyampaikan pikiran-pikiran yang baik."
(8) "Sebaliknya kalau tidak menyukai Kebaikan, orang-orang akan berkata, 'Lihatlah, betapa angkuhnya; dikiranya dirinya sudah tahu tentang segala!' Kata-kata dan wajah yang angkuh itu akan menyebabkan orang-orang yang tidak menyukai hal semacam itu menetap di tempat-tempat yang jauhnya beribu li dari situ. Kalau para Siswa menjauhkan diri ribuan li jauhnya, kaum pengkhianat, penghasut, dan penjilat akan datang ke dekatnya. Bilamana seorang menteri hidup dikitari kaum pengkhianat, penghasut dan penjilat, bagaimana dapat berhasil mengatur beres negara ?"