(1) Bingcu berkata, "Tanah luas dan penduduk padat itu diinginkan seorang Kuncu; tetapi, itu bukan hal yang dipandang benar-benar membahagiakan."
(2) "Dapat berdiri teguh di tengah dunia dan memberi damai kepada rakyat di empat penjuru lautan, itu membahagiakan seorang Kuncu; tetapi, itu bukan kebahagiaan tertinggi bagi Watak Sejatinya."
(3) "Yang di dalam Watak Sejati seorang Kuncu ialah yang tidak bertambah oleh kebesaran dan tidak rusak oleh kemiskinan; karena dialah takdir yang dikaruniakan (Tuhan YME)."
(4) "Yang di dalam Watak Sejati seorang Kuncu ialah Cinta Kasih, Kebenaran, Kesusilaan, dan Kebijaksanaan. Inilah yang berakar di dalam hati, tumbuh dan meraga, membawa cahaya mulia pada wajah, memenuhi punggung sampai ke empat anggota badan. Keempat anggota badan dengan tanpa kata-kata dapat mengerti sendiri." (AB. VI:4)