(1) Bingcu berkata, "Yangcu mengajar orang mengutamakan diri sendiri; biar hanya dengan mencabut sehelai rambutnya sudah dapat menguntungkan dunia, ia tidak mau melaksanakan." (IIIB: 9/9).
(2) "Bikcu mengajarkan cinta yang menyeluruh sama, biar harus kerja keras sehingga rambut di kepala sampai betis tergosok habis, asal menguntungkan dunia, akan dikerjakannya." (IIIA : 5; IIIB : 9/9)
(3) "Cu-bok memegang sikap tengah. Memegang sikap tengah ini nampaknya sudah mendekati Kebenaran, tetapi kalau memegang sikap tengah tanpa mempertimbangkan keadaan, maka dengan yang memegang satu haluan tadi sama saja."
(4) Mengapa aku benci sikap memegang satu haluan semacam itu? Tidak lain karena dapat merusak Jalan Suci, yaitu hanya melihat satu hal saja dan mengabaikan seratus hal yang lain."