(1) Bingcu berkata, "Orang yang lapar puas dengan segala makanan, yang haus puas dengan segala minuman. Hal itu bukan karena ia dapat merasakan makanan atau minuman itu benar-benar, melainkan ia sudah dirusak oleh lapar dan hausnya."
(2) "Hanya mulut dan perut orang sajakah dapat dirusak lapar dan haus? Hati orang pun dapat dirusak secara itu." (IIA:1/11)
(3) Kalau orang dapat membebaskan diri dari pengaruh lapar dan haus, ia tidak akan sedih hanya karena tidak dapat sama dengan orang lain."