(1) Bingcu berkata, "Kalau hendak memberi nasihat kepada seorang pembesar, harus dapat memandang ringan kepadanya, jangan memandang kebesaran atau kementerengannya."
(2) "Istana yang bagus dengan tembok yang tinggi dan tiang-tiangnya yang besar; kalau citaku berhasil, bukan itu yang kuharapkan. Makanan yang tersaji di atas meja sampai beberapa depa, pelayanan oleh dayang-dayang yang ratusan jumlahnya; kalau citaku berhasil, bukan itu yang kuharapkan. Dapat bersenang-senang, minum arak atau berburu diantar dengan ribuan kereta ; kalau citaku berhasil, bukan itu yang kuharapkan. Kalau semua yang dibanggakan itu bukan yang kuharapkan, dan yang ada pada diriku ialah ajaran-ajaran orang-orang jaman dahulu itu, mengapa aku mesti merasa takut kepadanya?"