(1) Cu-lo bertanya, Kalau Pangeran Wee mengangkat Guru dalam pemerintahannya, apakah yang akan Guru lakukan lebih dahulu?"
(2) Nabi bersabda, "Akan Kubenarkan lebih dahulu nama-nama."
(3) Cu-lo berkata, "Mengapakah demikian? Jawaban Guru jauh dari persoalannya. Mengapakah perlu lebih dahulu membenarkan nama-nama?" (S.S. XII. 11, 14).
(4) "Oh, Yu, sungguh kasar engkau! Seorang Kuncu bila belum memahami sesuatu tidak lekas-lekas mengeluarkan pendapat.
(5) "Bilamana nama-nama tidak benar, maka pembicaraan tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya, maka segala urusan tak dapat dilakukan baik-baik".
(6) "Bila pekerjaan tak dapat dilakukan baik-baik, Kesusilaan dan Musik tak dapat berkembang. Bila Kesusilaan dan Musik tak dapat berkembang, hukumpun tidak dapat dilakukan dengan tepat. Bila hukum tidak dapat dilakukan dengan tepat, maka rakyat akan merasa tiada tempat untuk menaruhkan kaki dan tangannya.
(7) "Bagi seorang Kuncu, nama itu harus sesuai dengan yang diucapkan dan kata-kata itu harus sesuai dengan perbuatannya. Itulah sebabnya seorang Kuncu tidak gampang-gampang mengucapkan kata-kata."