(1) Bingcu menemui Raja Hwi dari Negeri Liang.
(2) Raja bertanya, "Bapak tidak menghiraukan jarak yang beribu-ribu li datang kemari; adakah ajaran Bapak yang boleh membawa keuntungan bagi negeriku?"
(3) Bingcu menjawab, "Mengapakah baginda menanyakan keuntungan? Yang kubawakan hanyalah Cinta Kasih dan Kebenaran. (AB. X:23)
(4) "Bila baginda bertanya, 'Apakah yang dapat menguntungkan negeriku?'; para pembesar akan bertanya, 'Apakah yang dapat menguntungkan keluargaku?'; dan, rakyat jelatapun akan bertanya, 'Apakah yang dapat menguntungkan diriku?' Bila yang berkedudukan tinggi maupun rendah hanya berebut keuntungan, niscaya negara akan di dalam bahaya. Maka, raja yang memiliki berlaksa kereta perang, kalau sampai terbunuh; tentulah karena perbuatan pangeran yang hanya punya seribu kereta perang; dan pangeran yang hanya mempunyai seribu kereta perang kalau sampai terbunuh, tentulah karena perbuatan keluarga yang hanya punya seratus kereta perang. Bila yang berkuasa atas selaksa kereta mengambil seribu, maka yang berkuasa atas seribu kereta berhak mengambil seratus. Jumlah ini kiranya tidak dapat dikatakan tidak banyak; tetapi, bila membelakangkan Kebenaran dan mendahulukan keuntungan, niscaya tidak puas kalau tidak merampas seluruhnya.
(5) "Belum pernah ada seorang yang berperi Cinta Kasih menyia-nyiakan orang tuanya; dan, belum pernah ada seorang yang menjunjung Kebenaran membelakangkan rajanya.
(6) "Seharusnya baginda bertanya tentang Cinta Kasih dan Kebenaran. Untuk apa bertanya tentang keuntungan?"