Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 1a

Ayat 2

(1) Bingcu menemui Raja Hwi dari Negeri Liang. Ketika itu, raja berdiri di tepi telaga buatan sambil melihat berjenis-jenis angsa dan rusa. Raja bertanya. Dapatkah seorang Bijaksana menikmati hal semacam ini?"

(2) Bingcu menjawab, "Bahkan hanya seorang Bijaksana yang dapat menikmati benar-benar. Seorang yang tidak Bijaksana, meskipun mempunyai tidak dapat menikmatinya."

(3) "Di dalam Kitab Sanjak (Si King) tertulis, 'Tatkala akan dibangun menara suci, disiapkan rencana, disiapkan gambar. Berduyun rakyat bekerja, tak lama jadi sempurna. Dalam persiapan diperintah tak usah tergesa-gesa, namun rakyat datang bagai anaknya. Tatkala raja dikebun suci, berjenis rusa jinak dan damai, berjenis rusa hidup sentosa, berjenis burung putih mengkilat bulunya. Tatkala baginda di telaga suci, berjenis ikan meloncat dan menyelam.' " (Si King III. 1.8.1) Demikianlah Raja Bun menggunakan tenaga rakyat membangun menara dan membuat telaga untuk dinikmatinya bersama rakyat semua. Maka rakyat menyebut menara itu 'Menara Suci' , dan telaga itu 'Telaga Suci' , dan mereka mencintai berjenis rusa, ikan serta kura-kura yang hidup di dalamnya. Pada jaman dahulu raja-raja bersuka ria bersama rakyat, maka dapat menikmati benar-benar.

(4) "Sebaliknya di dalam Kitab Thong Si tertulis 'Hai matahari, kapankah engkau hancur binasa? Aku rela bersamamu musna !' Demikianlah rakyat mau bersamanya musna binasa. Maka, meskipun mempunyai menara, telaga, burung-burung dan hewan-hewan; dapat kah ia menikmatinya seorang diri?" (Su King IV. 1.1.3).