Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 1a

Ayat 5

(1) Raja Hwi dari Negeri Liang berkata, "Dahulu, Negeri Cien ini tiada negeri lain di dunia yang dapat menandinginya. Tetapi seperti Bapak tahu sendiri, setelah jatuh di tanganku, di timur dikalahkan oleh Negeri Cee sehingga anak sulungku gugur; di barat dikalahkan oleh Negeri Chien sehingga harus menyerahkan 700 li tanah; dan, di selatan dikalahkan oleh Negeri Cho; sungguh malu aku. Aku ingin dapat mencuci aib atas leluhurku itu, bagaimanakah caranya?"

(2) Bingcu menjawab, "Meskipun hanya dengan seratus li tanah, orang masih dapat menjadi raja besar."

(3) "Bila baginda dapat menjalankan pemerintahan yang berdasarkan Cinta Kasih kepada rakyat, meringankan hukuman-hukuman, mengurangi beban-beban pajak, sehingga rakyat dapat baik-baik membajak dan menggaru sawahnya; kepada para pemuda pada saat-saat terluang diberi pendidikan Laku Bakti, Rendah Hati, Satya, dan Dapat Dipercaya, sehingga ke dalam dapat mengabdi kepada ayah-bunda serta saudara-saudaranya, dan keluar dapat mengabdi kepada para tua-tua serta atasannya. Bila dapat dilakukan ini, mereka dapat disuruh dengan senjata tongkat saja untuk mematahkan serangan Negeri Chien dan Cho yang tentaranya menggunakan perisai yang tebal dan senjata yang tajam itu."

(4) "Negara-negara itu senantiasa merampas kesempatan bekerja rakyat, sehingga tidak dapat berhasil menggarap sawahnya baik-baik guna merawat orang tua mereka. Akibatnya banyak orangtua mereka yang mati kedinginan dan kelaparan, dan banyak orang-orang yang terpaksa harus berpisah dengan kakak-kakak, adik-adik, isteri-isteri dan anak-anaknya.

(5) "Mereka seolah-olah menjerumuskan rakyat ke dalam jurang; maka bila baginda menggerakkan tentara ke sana untuk menghukumnya; siapakah yang mau memusuhi baginda?"

(6) "Maka dikatakan, 'Orang yang berperi Cinta Kasih tiada musuhnya.' Harap baginda tidak menyangsikan lagi." (VII. B:4,2).