Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 1b

Ayat 15

(1) Rajamuda Bun dari Negeri Tin bertanya, "Negeri Tin ini hanya sebuah negeri kecil. Meski aku sudah berusaha baik-baik mengabdi kepada negara yang besar, nampaknya tidak dapat menolong. Apakah yang harus kulakukan?"

(2) Bingcu menjawab, "Pada jaman dahulu Raja Thai memerintah Negeri Pien, tetapi suku bangsa Tik menyerbunya. Ia mencoba memberikan upeti berupa kulit dan sutera, ternyata tidak dapat menolong. Kemudian ia memberi upeti berupa anjing dan kuda, ternyata juga tidak dapat menolong. Selanjutnya ia memberi upeti mutiara dan batu giok, tetapi inipun tidak dapat menolong. Maka dikumpulkannyalah para tua-tua rakyat dan bertitah, 'Sudah terang yang diinginkan orang-orang Tik ialah tanahku.' Pernah kudengar, bahwa seorang Kuncu itu tidak mau demi sekedar dapat memelihara beberapa orang, tetapi membahayakan orang lain. Maka janganlah tuan-tuan bersedih karena tiada raja yang memerintahmu. Aku akan pergi dari sini.' Maka pergilah ia meninggalkan Negeri Pien melewati Pegunungan Liang dan mendirikan kota baru di kaki Gunung Ki. Orang-orang Negeri Pien saling berkata, 'Sungguh ia seorang yang berperi Cinta Kasih! Jangan sampai ia hilang!' Maka berbondong-bondonglah mereka mengikuti, sebagai orang tergesa-gesa ke pasar."

(3) "Sebaliknya ada pula kata-kata, 'Tanah air harus dijaga dari generasi ke generasi, tidak boleh ditinggalkan sekedar pertimbangan pribadi. Bersiaplah untuk mati, tetapi jangan pergi.' "

(4) "Maka terserah kepada baginda untuk memilih satu diantara dua ini."