(1) Rajamuda Ping dari Negeri Lo siap akan bepergian. Cong Chong, seorang pegawai yang dicintainya, bertanya, "Bila baginda akan bepergian, biasanya tentu sudah memberitahu lebih dahulu kepada sais kemana akan pergi. Kini kereta sudah siap dengan kudanya, tetapi saisnya belum mengetahui ke mana baginda akan pergi. Maka hamba memberanikan diri bertanya." Raja menjawab, "Aku akan menemui Bingcu." "Untuk apa, baginda? Mengapakah baginda mau merendahkan diri menemui orang biasa itu? Apakah baginda sangka dia seorang Bijaksana? Kesusilaan dan Kebenaran diutamakan oleh seorang Bijaksana, tetapi Bingcu di dalam upacara kematian ibunya baru-baru ini ternyata lebih mewah dari pada upacara kematian ayahnya dahulu. Maka tidak perlulah baginda menemuinya." (II.B.7) Raja menjawab, "Baiklah."
(2) Tidak lama kemudian Gakcingcu masuk dan bertanya, "Mengapakah baginda tidak jadi menemui Bing Khoo?" "Ada orang yang memberitahu aku, bahwa Bingcu didalam upacara kematian baru-baru ini lebih mewah dari yang lampau. Inilah yang menyebabkan aku tidak jadi menemuinya."
"Siapakah berkata demikian? Apakah yang baginda anggap terlalu mewah? Apakah karena yang dahulu dilakukan sebagai seorang pegawai rendah dan yang sekarang dilakukan sebagai seorang pembesar. Karena yang dahulu hanya memakai tiga tungku dupa upacara sembahyang dan yang sekarang memakai lima tungku?"
"Bukan ! Tetapi karena yang sekarang memakai peti dan pakaian jenazah yang sangat indah."
"Ini tidak dapat dikatakan terlalu bermewah, tetapi hanya karena perbedaan ketika masih miskin dan sesudah berkecukupan.
(3) Kemudian Gakcingcu menemui Bing-cu dan berkata, "Khik sudah memberitahukan tentang guru kepada raja, dan raja akan datang kemari, tetapi dihalang-halangi oleh Cong Chong, pegawai yang dicintainya itu. Maka raja tidak jadi kemari." Bingcu menjawab, "Berjalan itu tentu ada yang menyuruh dan berhenti itu tentu ada yang menghalanginya. Tetapi berjalan ataupun berhenti, bukan orang yang dapat menetapkan. Kalau aku tidak dapat bertemu dengan Rajamuda Lo itu, memang Tuhan-lah menghendakinya. Apakah yang dapat dilakukan oleh orang marga Cong itu untuk menghalangi pertemuan itu?" (SS. VII. 23;IX.5; XIV.36)