Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 2a

Ayat 1

(1) Kong-sun Thio bertanya, "Bila guru beroleh jabatan tertinggi di Negeri Cee, dapatkah pekerjaan-pekerjaan besar seperti yang telah dilakukan oleh Kwan Tiong dan Yancu itu terulang kembali?"

(2) Bingcu menjawab, "Kamu sungguh-sungguh seorang Negeri Cee, maka hanya Kwan Tiong dan Yancu kamu ketahui."

(3) "Dahulu ada seorang bertanya kepada Cing See demikian, 'Antara guru dan Culo, siapakah lebih Bijaksana?' Cing See dengan wajah gelisah menjawab, 'Beliau ialah orang yang bahkan sangat dihormati oleh nenekku.' 'Tetapi, bagaimanakah kalau guru dibandingkan dengan Kwan Tiong, siapakah lebih Bijaksana?' Cing See dengan wajah agak marah dan kurang senang menjawab, 'Bagaimana kamu berani membandingkan aku dengan Kwan Tiong? Kwan Tiong mendapat kepercayaan dari raja muda, sehingga ia dapat menjalankan kekuasaan dan mengatur pemerintahan. Ia begitu lama memangku jabatan, tetapi akan jasanya, tidak lebih hanya demikian saja! Mengapakah kamu membandingkan aku dengannya?' "

(4) "Orang semacam Kwan Tiong, Cing See pun tidak mau menjadikannya sebagai teladan, bagaimanakah sekarang aku akan meneladan kepadanya?"

(5) "Kwan Tiong dapat mengangkat tuannya menjadi raja muda pemimpin di antara para raja muda. Yancu dapat memasyhurkan nama tuannya. Mengapakah perbuatan sebagai yang telah dilakukan oleh Kwan Tiong dan Yancu masih guru anggap tidak mencukupi?"

(6) "Pada saat itu sesungguhnya untuk menjadikan Raja Cee menjadi raja besar adalah semudah orang membalikkan tapak tangan."

(7) "Keterangan ini menyebabkan murid lebih tidak mengerti. Sedangkan Raja Bun yang sedemikian besar Kebajikannya dan hidup hampir seratus tahun, belum juga dapat pengaruhnya menjalar ke seluruh dunia. Setelah dilanjutkan Raja Bu dan Pangeran Ciu barulah pengaruhnya itu terlaksana penuh. Kini guru berkata, bahwa untuk mengangkatnya menjadi raja besar adalah sedemikian mudahnya. Apakah jasa-jasa Raja Bun itu juga masih belum memadai?".

(8) "Siapakah dapat menandingi Raja Bun? (Kalau ia tidak dapat cepat berhasil itu, ialah karena) sejak Raja Sing Thong sampai Raja Bu-ting telah memerintah enam atau tujuh orang raja suci dan bijaksana; maka seluruh dunia sudah lama tunduk kepada Dinasti Ien. Karena sudah lama, maka sukarlah terjadi perubahan. Bahkan Raja Bu-ting sendiri masih dapat mengumpulkan dan mengatur para raja muda sedunia semudah memutar barang di atas tapak tangan. Pindahnya kekuasaan dari Bu-ting kepada Tiu belum begitu lama, maka keluarga menteri-menteri yang setia serta adat lembaganya, pengaruh pendidikan dan pemerintahannya yang baik, masih terpelihara. Bahkan masih ada Bicu, Bitiong, Pangeran Pi-kan, Kicu dan Kau-kik yang semuanya ialah orang-orang bijaksana; semuanya dengan segenap hati membantunya; maka, membutuhkan waktu lama untuk memusnahkan kekuasaannya. Pada waktu itu tiap jengkal tanah masih menjadi miliknya dan tiap orang tiada yang bukan rakyatnya. Lagi pula pada saat itu Raja Bun hanya menduduki tanah seluas 100 li, maka sukarlah pekerjaan yang akan dilaksanakan itu." (SS. XVIII:1).

(9) "Orang Negeri Cee mempunyai peribahasa, 'Walaupun punya kecakapan dan kecerdikan, sesungguhnya tidak sebanding dengan yang dapat menggunakan kesempatan. Walaupun punya cangkul dan bajak, sesungguhnya tidak sebanding dengan yang dapat menggunakan musim. Dan saat itu (bagi Kwan Tiong) ialah waktu yang sebaik-baiknya.' "

(10) "Ketika Dinasti He, Ten dan Ciu sedang jaya-jayanya, tanahnya tidak lebih dari 1000 li luasnya; sedangkan Negeri Cee sudah mempunyai tanah seluas itu. Suara ayam berkokok dan anjing menyalak terdengar di mana-mana, sampai ke empat penjuru negara; ini menunjukkan kepadatan penduduk Negeri Cee. Maka dengan tanpa mengubah batas negara, tanpa mengubah jumlah penduduk, asalkan dijalankan pemerintahan yang berlandas Cinta Kasih; niscaya dapat menjadi raja besar dan tiada yang dapat menahannya." (SS.III.21)

(11) "Apalagi sudah lama tidak ada raja yang benar-benar menjalankan tugasnya, dan rakyat yang ditindas pemerintahnya tiada yang pernah lebih hebat dari saat itu kesengsaraannya. Orang yang lapar akan puas dengan segala makanan dan orang yang haus akan puas dengan sembarang minuman." (VII A:27)

(12) "Khongcu bersabda, 'Menjalarnya Kebajikan itu sesungguhnya lebih cepat dari kereta atau orang pengantar surat perintah raja'."

(13) "Ketika itu ialah saatnya! Bila ada negara yang mempunyai 10.000 kereta perang, dapat menjalankan pemerintahan yang berlandas Cinta Kasih; niscaya rakyat akan sangat bersuka-ria sebagai orang yang dilepaskan dari tiang gantungan. Maka saat itu bila dapat dilakukan separuh saja dari usaha yang dilakukan orang kuno itu, niscaya hasilnya dapat berlipat ganda. Dan hanya saat itulah sebaik-baiknya dapat dilaksanakan hal itu"