(1) Raja Swan dari Negeri Cee bertanya, "Adakah Jalan Suci bagi perhubungan dengan negeri tetangga?"
Bingcu menjawab, "Ada ! Tetapi hanya orang yang berperi Cinta Kasihlah menjadi raja sebuah negeri besar mau bekerja bagi negeri kecil, seperti Raja Thong mau bekerja bagi Negeri Kat, (1II.B.5) atau Raja Bun mau bekerja bagi Negeri Khun I. Begitu pula hanya raja yang bijaksanalah menjadi raja sebuah negeri kecil mau bekerja bagi negeri besar, seperti Raja Thai mau bekerja bagi Negeri Hun Yok atau Raja Koo Cian mau bekerja bagi Negeri Go."
(2) "Yang besar mau bekerja bagi yang kecil, itu menunjukkan selalu gembira di dalam Tuhan Yang Maha Esa; yang kecil mau bekerja bagi yang besar itu menunjukkan takut akan Tuhan Yang Maha Esa. Yang selalu gembira di dalam Tuhan Yang Maha Esa dapat melindungi dunia dan yang takut akan Tuhan Yang Maha Esa dapat melindungi negerinya."
(3) "Di dalam Kitab Sanjak tertulis 'Takut akan Kemuliaan Tuhan Yang Maha Esa memberi perlindungan sepanjang masa.' "(Si King IV IA.7.3).
(4) Raja berkata, "Sungguh kata-kata yang hebat! Sayang kami punya cacat, kami terlalu suka akan Keberanian."
(5) "Kalau begitu janganlah baginda menyukai Keberanian yang picik. Kalau orang dengan mudah melayangkan pedang, melototkan mata dan berkata, 'Siapa berani malawan aku?' Inilah keberanian orang biasa saja. Ia hanya dapat melawan satu orang. Hendaklah baginda menyukai Keberanian yang besar.
(6) "Di dalam Kitab Si King tertulis, 'Sungguh besar murka baginda, disiap siagakan bala tentaranya, menghadang jalan barisan musuh yang menuju Negeri Ki; membela negeri yang lemah, menjunjung kehormatan Negeri Ciu demi kepentingan dunia.' Demikianlah Keberanian Raja Bun. Dengan hanya sekali marah dapat memberi sentosa rakyat di dunia." (III.1.7.5).
(7) "Di dalam Kitab Su King tertulis, 'Tuhan YME menurunkan manusia, ada yang dijadikan raja, ada yang dijadikan guru, dengan maksud dapat membantu pekerjaan Tuhan Yang Maha Tinggi mencintai segenap umat di empat penjuru. Yang berbuat dosa maupun yang tidak berbuat dosa terserahkan kepadaku. Maka siapakah di dunia ini yang berani berbuat kejahatan?' Tetapi saat itu ada seorang yang berani berbuat jahat (Raja Tiu), maka sangat malulah Raja Bu. Demikianlah Keberanian Raja Bu, sekali beliau marah, rakyat di seluruh dunia dapat diselamatkan."
(8) "Sekarang hendaklah baginda dapat dengan sekali marah menyelamatkan rakyat di dunia; hanya saja, rakyat khawatir baginda tidak mempunyai Keberanian semacam itu."