Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 2a

Ayat 7

(1) Bingcu berkata, "Seorang pembuat anak panah itu sukar dikatakan ia kalah sifat Cinta Kasihnya dari pada seorang pembuat pakaian perang. Seorang pembuat anak panah selalu khawatir kalau hasil pekerjaannya tidak dapat melukai orang. Sebaliknya seorang pembuat pakaian perang selalu khawatir kalau pemakainya sampai terlukakan. Begitu pula pekerjaan antara seorang tabib dan pembuat peti mati. Maka dalam memilih pekerjaan janganlah tidak berhati-hati."

(2) "Khongcu bersabda, 'Bertempat tinggal dekat tempat kediaman orang yang berperi Cinta Kasih, itulah yang sebaik-baiknya. Bila tidak mau memilih tempat yang disuasanai Cinta Kasih itu, bagaimana ia memperoleh Kebijaksanaan?' Sesungguhnya Cinta Kasih itu ialah Anugerah Thian, Tuhan YME yang sangat mulia, dan Rumah sentosa bagi manusia. Karena orang tidak dapat menghalangi kita berbuat demikian, bila mana kita tidak berperi Cinta Kasih, itu tidak Bijaksana." (SS.IV:1)

(3) "Orang yang tidak berperi Cinta Kasih, tidak Bijaksana, tidak Susila dan tidak berlaku Benar; ia tidak lebih ialah seorang budak. Kalau seorang budak malu diperbudak ialah seperti pembuat busur malu membuat busur atau pembuat anak panah malu membuat anak panah."

(4) "Kalau benar-benar merasa malu, hendaklah berusaha hidup berperi Cinta Kasih."

(5) "Cinta Kasih itu seperti laku orang memanah. Pemanah itu lebih dahulu meluruskan diri baharu membidik. Bila bidikannya tidak tepat pada sasarannya, ia tidak menyesali lawan yang mengalahkan dirinya; melainkan mencari kekurangan pada diri sendiri." (SS.III:7.16)