(1) Bingcu berkata "Jangka dan penyiku itulah yang paling baik untuk membentuk segi empat dan lingkaran. Para Nabi itulah teladan terbaik dalam hubungan manusia." (IIIA:4/8)
(2) "Kalau ingin menjadi seorang pemimpin yang dapat melaksanakan Jalan Suci seorang pemimpin, kalau ingin menjadi seorang pembantu yang dapat melaksanakan Jalan Suci seorang pembantu; untuk kedua hal ini semuanya dapat meneladan Giau dan Sun. Kalau tidak meneladan Sun ketika mengabdi kepada Giau, maka belum dapat dikatakan mengindahkan pemimpinnya. Kalau tidak meneladan Giau di dalam mengatur rakyat, itulah menjadi pencuri atas rakyatnya."
(3) "Khongcu bersabda. 'Jalan Suci itu hanya menunjukkan dua hal, berperi Cinta Kasih dan tidak berperi Cinta Kasih.'"
(4) "Orang yang sewenang-wenang kepada rakyat, akan binasalah dirinya dan musnahlah negerinya. Kalau belum keterlaluan, dirinya tentu dalam bahaya dan negaranya menjadi lemah, namanya akan dicap sebagai Raja-raja Yu dan Li (yang kejam). Meskipun mempunyai anak yang berbakti dan cucu yang mencinta, beratus jaman takkan dapat memperbaiki namanya."
(5) "Didalam Kitab Si King tertulis, 'Contoh Dinasti Ien tidak jauh, hanya pada (raja terakhir) Dinasti He.' Demikianlah maksud kata-kata itu." (III.3.1. 8.)