(1) Ban-ciang bertanya, "Memberanikan bertanya hal bersahabat." Bingcu menjawab, "Jangan membanggakan usia, jangan membanggakan kedudukan dan jangan pula membanggakan keadaan kakak atau adik dalam bersahabat. Bersahabat ialah bersahabat di dalam Kebajikan, tidak boleh membanggakan hal-hal lain."
(2) "Bing Hiancu yang berkuasa atas 100 kereta perang, dia mempunyai 5 orang sahabat : Gak-cing Kiu, Bok Tiong dan tiga orang lagi yang aku lupa namanya. Hubungan Hiancu dengan kelima orang ini ialah persahabatan, tidak ada hubungan dengan keadaan keluarga Hiancu. Kelima orang ini kalau dihubungkan dengan keadaan keluarga Hiancu, pasti tidak mau bersahabat."
(3) "Bukan hanya kepala keluarga yang berkuasa atas 100 kereta perang saja dapat berbuat demikian, biar seorang raja negeri kecilpun ada juga yang dapat melakukan. Rajamuda Hwi dari Negeri Pi berkata, 'Aku kepada Cu-su, memandang sebagai guru. Aku kepada Gan Puan, memandang sebagai sahabat. Sedang Ong Sun dan Tiang Siet hanya kupandang sebagai pegawaiku.'" (S.S. VI: 9)
(4) "Bukan hanya raja suatu negeri kecil saja dapat berbuat demikian, melainkan raja suatu negeri besarpun ada yang dapat berbuat demikian. Sikap Rajamuda Ping dari Negeri Cien kepada Hai Tong demikian: (Kalau ia datang ketempat Hai Tong) setelah disilakan masuk, barulah ia masuk; setelah disilakan duduk, barulah ia duduk; setelah disilakan makan, barulah ia makan. Biarpun hanya dihidangkan makanan kasar dengan sayuran saja, ia tidak pernah tidak makan sampai kenyang. Sungguh tidak berani kalau tidak sampai kenyang. Tetapi sayang ia hanya berbuat sampai di situ saja. Ia tidak mau memberinya kedudukan, tidak mau mengajaknya mengatur dunia dan tidak pula mau memberinya jaminan kehidupan. Itu hanya suatu cara seorang Siswa menghormat kepada seorang Bijaksana, bukan cara seorang raja menghormat kepada seorang Bijaksana."
(5) "Ketika Sun menghadap kepada raja (Giau), raja lalu menerimanya sebagai menantu dan diberikan istananya yang kedua, sehingga kadang-kadang dia dijamu oleh Sun di situ. Jadi mereka bisa saling berganti menjadi tamu. Inilah cara seorang raja bersahabat dengan rakyat jelata."
"Yang rendah kedudukan mengindahkan kepada yang tinggi kedudukan, itu dinamai memuliakan kedudukan. Yang tinggi kedudukan mengindahkan kepada yang rendah kedudukan, itu dinamai menjunjung Kebijaksanaan. Memuliakan kedudukan dan menjunjung Kebijaksanaan, itu dalam Kebenaran Yang Satu."