Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 5b

Ayat 6

(1) Ban-ciang bertanya, "Seorang Siswa yang tidak memangku jabatan, mengapakah tidak mau menerima tunjangan pemerintah dari para rajamuda?" Bingcu berkata, "Ia tidak berani menerima. Seorang rajamuda yang kehilangan negaranya, lalu mendapat tunjangan dari rajamuda lain; itu masih menurut Kesusilaan. Tetapi seorang Siswa yang tidak menjabat sesuatu, lalu menerima tunjangan dari seorang rajamuda; itu tidak menurut Kesusilaan."

(2) Ban-ciang berkata, "Kalau raja mengantari padi, bolehkah diterima?"

"Boleh!"

"Berlandas Kebenaran apa menerimanya?"

"Seorang raja sudah selayaknya menolong rakyatnya yang sedang dalam kesukaran."

(3) "Mau menerima pertolongan tetapi tidak mau menerima gaji, mengapa demikian?"

"Ia tidak berani!"

"Memberanikan bertanya, mengapa tidak?"

"Biar aku menjadi penjaga pintu kota atau peronda malam, itu sudah berarti mempunyai pekerjaan tetap; maka pantas mendapat gaji untuk makan. Kalau tidak mempunyai pekerjaan tetap, tetapi mau menerima gaji, itu tidak menjaga kehormatan."

(4) "Seorang raja memberi pertolongan dan diterima. Bolehkah itu dilakukan berulang-ulang?"

"Dahulu Rajamuda Bok (dari Negeri Lo) sering menanyakan kesehatan Cu-su dan berulang-ulang memberi antaran daging masakan. Cu-su tidak suka akan perlakuan itu. Suatu hari setelah ia menyuruh pesuruh raja itu keluar sampai di luar pintu besar, ia lalu menghadap ke Utara, menundukkan kepala dan dua kali memberi hormat (pai) menolak pemberian itu sambil berkata, 'Kini Khiep tahu, raja memperlakukan Khiep sebagai memelihara anjing atau kuda saja.' Sejak saat itu, Rajamuda Bok tidak berani memberi antaran lagi. Menyukai seorang Bijaksana tetapi tidak dapat mengangkatnya memangku jabatan, sehingga dapat pula memberi pemeliharaan, bagamanakah dapat dinamakan menyukai seorang Bijaksana?"

(5) "Memberanikan bertanya, seorang kepala negara yang ingin dapat memberi pemeliharaan kepada seorang Kuncu bagaimanakah caranya sehingga dia boleh memberi pemeliharaan?"

"Mula-mula dalam memberi antaran harus disertai surat titah raja itu, dan orang itu akan menerima dengan menundukkan kepala serta memberi hormat dua kali. Kemudian pengurus gudangnya diberi hak langsung menambah antaran padi dan tukang masaknya diberi hak langsung pula memberi antaran daging masakan tanpa menunggu perintah raja itu. Cu-su menganggap antaran daging masakan secara resmi itu hanya merepotkannya memberi hormat berkali-kali. Itu bukan cara memberi pemeliharaan kepada seorang Kuncu."

(6) "Demikian Giau memperlakukan Sun: Disuruhnya kesembilan orang puteranya melayani dan kedua orang puterinya menjadi isterinya, para pembantu, lembu, kambing, gudang dan lumbung, disediakan semuanya untuk memberi pemeliharaan kepada Sun di tengah sawahnya. Kemudian diangkat dan diberi kedudukan tertinggi. Maka dikatakan : Demikianlah laku seorang raja atau pangeran menghormat seorang Bijaksana."