Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 6a

Ayat 10

(1) Bingcu berkata; "Ikan, aku menyukai. Tapak beruang, aku menyukai juga. Tetapi kalau tidak dapat kuperoleh kedua-duanya, akan kulepaskan ikan dan kuambil tapak beruang. Hidup, aku menyukai. Kebenaran, aku menyukai juga. Tetapi kalau tidak dapat kuperoleh kedua-duanya, akan kulepaskan hidup dan kupegang teguh Kebenaran."

(2) "Hidup, memang aku menyukainya, tetapi ada yang lebih kusukai dari pada hidup; maka aku tidak mau sembarangan untuk mendapatkannya. Mati, memang aku tidak menyukainya, tetapi ada yang lebih tidak kusukai dari pada mati; maka aku tidak mau sembarangan untuk menghindari penderitaan."

(3) "Kalau tiada hal lain yang lebih disukai daripada hidup, mengapa orang tidak mau berbuat apa saja asal dapat hidup? Kalau tiada hal lain yang lebih tidak disukai daripada mati, mengapa orang tidak mau berbuat apa saja asal dapat menghindari penderitaan?"

(4) "Bahkan sekalipun ada jalan untuk hidup, ada juga yang tidak mau menggunakannya; ada jalan untuk menghindari penderitaan, tetapi ada juga yang tidak mau melakukannya."

(5) "Maka hal menyukai sesuatu yang lebih daripada hidup dan hal tidak menyukai sesuatu yang lebih daripada mati, bukan hanya terdapat pada hati orang-orang Bijaksana; melainkan semua orang mempunyainya. Tetapi orang Bijaksana itulah yang dapat tetap tidak mematikannya."

(6) "Kini kalau ada sebakul nasi dan semangkok sayur; lalu ada seseorang yang bila mendapatkan itu ia hidup, bila tidak mendapatkan itu ia mati; kalau diberikan dengan maki-makian, seorang gelandanganpun tidak mau menerimanya. Kalau diberikan dengan lebih dahulu diinjak-injak, maka seorang pengemispun, tidak mau mengambilnya."

(7) "Sebaliknya ternyata ada pula orang yang mau menerima padi 10.000 ciong dengan tanpa memperdulikan Kesusilaan dan Kebenaran. Barang yang 10.000 ciong itu sebenarnya akan dapat menambah apa bagi dirinya? Mungkin itu dapat untuk memperindah gedung, mememelihara isteri dan pelayan atau untuk mendapat terima kasihnya orang miskin yang ditolong."

(8) "Disini ternyata, yang mula-mula biar mati tidak mau menerima; kini karena dapat untuk memperindah gedung, lalu diterima. Yang mula-mula biar mati tidak mau menerima; kini karena dapat untuk memperoleh pelayanan isteri dan pelayan, lalu diterima. Yang mula-mula biar mati tidak mau menerima; kini karena dapat untuk memperoleh terima kasih orang-orang miskin lalu diterima. Mengapa ia tidak dapat berbuat yang sama? Ini karena suah kehilangan pokok hatinya."