(1) Bingcu berkata, Tidak usah heran kalau raja itu tidak bisa berbuat Bijaksana.
(2) Biar barang yang paling mudah tumbuh di dunia ini, kalau hanya sehari mendapat sinar matahari dan sepuluh hari dalam kedinginan, belum pernah ada yang bisa tumbuh. Aku jarang dapat bertemu dengannya, begitu aku mengundurkan diri, dia sudah di dalam kedinginan. Maka meski mula-mula aku berhasil menumbuhkan tunas-tunasnya, apakah artinya?
(3) Kini marilah kita bicarakan hal orang main catur. Bukankah itu hanya hal yang kecil arti? Tetapi kalau tidak menggunakan kemauan sepenuh hati, orang takkan dapat berhasil. Phok Chiu ialah seorang yang paling pandai bermain catur di negeri ini. Kalau Phok Chiu disuruh mengajar catur kepada dua orang anak; yang seorang dengan kemauan sepenuh hati benar-benar mendengarkan pelajaran Phok Chiu; yang lainnya biar mendengarkan juga, namun hatinya hanya terlibat dengan pikiran kalau-kalau ada angsa hutan datang dan bermaksud hendak mengambil busur untuk memanahnya; meskipun mereka bersama-sama belajar, sudah tentu tidak akan sama hasilnya. Apakah itu boleh untuk menyatakan bahwa memang kecerdasannya tidak sebanding? Bukan! Tidaklah demikian halnya.