Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 6a

Ayat 5

(1) Bing Kwicu bertanya kepada kong-tocu, "Mengapakah dikatakan Kebenaran itu dari dalam diri?" (IIA:2/15)

(2) "Hal itu karena adanya rasa hati yang menghormat. Maka dikatakan dari dalam."

(3) "Kalau ada orang kampung yang lebih tua setahun dari kakakmu, kepada siapa kamu akan lebih menghormat?" "Lebih kuhormati kakakku."

"Kalau harus menyuguhkan anggur, siapakah yang akan kamu dahulukan?"

"Akan kudahulukan orang kampung itu."

"Jadi hormatmu yang ke luar dari hati itu kepada kakakmu dan hormatmu dalam hal-hal tertentu itu kepada orang lain. Nyatalah bahwa hal-hal itu dari luar diri, bukan dari dalam."

(4) Kongtocu tidak bisa menjawab, lalu melaporkan hal itu kepada Bingcu. Bingcu berkata, "Tanyalah, ia lebih menghormati pamannya atau lebih menghormati adiknya. Dia tentu menjawab, lebih menghormati pamannya. Kemudian tanyalah lagi, kalau adiknya itu diberi tugas sebagai wakil rokh dalam upacara sembahyang, siapakah yang lebih dihormati? Dia tentu menjawab, lebih menghormati adiknya. Lalu tanyakanlah pula, mengapa tadi lebih menghormati pamannya. Tentu ia akan menjawab, itu karena adiknya menduduki suatu tugas. Lalu kamu katakan lagi, jadi kamupun merasakan bahwa menghormat yang tetap itu kepada kakak (itulah yang timbul dari dalam), tetapi dalam hal-hal tertentu menghormat kepada orang kampung."

(5) Kwicu mendengar itu berkata, "Jadi kalau harus menghormat kepada paman lalu menghormatinya, kalau harus menghormat kepada adik lalu menghormatinya. Teranglah itu dari luar, tidak dari dalam."

Kongtocu menjawab, "Musim dingin sudah seharusnya minum air panas. Musim panas sudah seharusnya minum air dingin. Jadi orang makan minum itu juga karena hal-hal di luar?"