(1) Kongtocu berkata, "Kocu berkata bahwa Watak Sejati itu bukannya baik atau tidak baik.
(2) "Ada orang lain berkata bahwa Watak Sejati itu dapat dijadikan baik dan dapat dijadikan tidak baik. Maka ketika Raja Bun dan Raja Bu memerintah, rakyat menyukai Kebaikan. Tetapi ketika Raja Yu dan Raja Li memerintah, rakyat menyukai kekejaman."
(3) "Orang lain lagi berkata, ada yang ber-Watak Sejati baik dan ada yang ber-Watak Sejati tidak baik. Maka ketika Giau menjadi raja, ada juga orang semacam Chiang. Dan Ko-so sebagai Bapak bisa mempunyai anak sebagai Sun. Begitu pula Raja Tiu sebagai saudara dan anak yang begitu jahat, ketika menjadi raja bisa mempunyai saudara seperti Bicu Khee dan paman sebagai Pangeran Pi-kan."
(4) "Kini guru berkata bahwa Watak Sejati manusia itu baik. Kalau begitu, apakah yang lain itu salah semua?"
(5) Bingcu berkata, "Kalau kita mau mengikuti gerak rasa, akan tahulah bahwa sesungguhnya memang baik. Maka kukatakan bersifat baik."
(6) "Kalau ada seseorang yang sampai menjadi tidak baik, kita tidak boleh menimpakan kesalahan pada Watak dasarnya."
(7) "Rasa hati berbelas-kasihan tiap orang mempunyai, rasa hati malu dan tidak suka tiap orang mempunyai, rasa hati hormat dan mengindahkan tiap orang mempunyai, dan rasa hati membenarkan dan menyalahkan tiap orang juga mempunyai.
Adapun rasa hati berbelas-kasihan itu menunjukkan adanya benih Cinta Kasih, rasa hati malu dan tidak suka itu menunjukkan adanya benih kesadaran menjunjung Kebenaran, rasa hati hormat dan mengindahkan itu menunjukkan adanya benih Kesusilaan, dan rasa hati membenarkan dan menyalahkan itu menunjukkan adanya benih Kebijaksanaan. Cinta Kasih, Kebenaran, Kesusilaan dan Kebijaksanaan itu bukan hal-hal yang dimasukkan dari luar ke dalam diri, melainkan diri kita sudah mempunyainya. Tetapi sering kita tidak mau mawas diri. Maka dikatakan, 'Carilah dan engkau akan mendapatkannya, sia-siakanlah dan engkau akan kehilangan!' Sifat orang memang kemudian berbeda-beda, mungkin berbeda berlipat dua sampai lima atau bahkan tidak terhitung; tetapi itu tidak dapat dicarikan alasan kepada Watak dasarnya." (IIA:6/4, 5)
(8) "Di dalam Kitab Si King tertulis, 'Tuhan YME menjelmakan rakyat; menyertainya dengan bentuk dan sifat. Dan sifat umum pada rakyat ialah suka kepada Kebajikan Mulia itu.' 'Khongcu bersabda, 'Yang menggubah sanjak ini, tentulah sudah mengenal akan Jalan Suci. Setiap bentuk tentulah mempunyai sifat. Dan sifat umum pada rakyat ialah menyukai Kebajikan Mulia itu." (III.3: 6/1.)