Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 6b

Ayat 8

(1) Negeri Lo hendak mengangkat Sien-cu menjadi panglima perang.

(2) Bingcu berkata, "Tidak memberi pendidikan kepada rakyat lebih dahulu lalu menggunakannya (dalam peperangan), itu namanya mencelakakan rakyat. Yang mencelakakan rakyat, tidak akan dibiarkan begitu saja dalam jaman Giau dan Sun."

(3) "Meskipun dengan sekali perang dapat mengalahkan Negeri Cee dan menduduki Lamyang, itupun tetap tidak layak dilakukan." (S.S. XIII : 30).

(4) Siencu dengan berubah wajahnya dan tidak senang berkata. "Itulah hal yang Kutli (Siencu) tidak mengerti."

(5) "Aku hendak menjelaskan kepada tuan. Tanah seorang raja ialah seribu li luasnya; kalau kurang dari seribu li, tidak cukup untuk membiayai penerimaan kepada rajamuda dan lain-lain. Tanah seorang rajamuda ialah seratus li luasnya, kalau kurang dari seratus li, tidak cukup untuk dapat membiayai upacara sembahyang seperti yang tersebut dalam Kitab Adat-istiadat yang tersimpan dalam bio leluhurnya."

(6) "Dahulu ketika Pangeran Ciu diangkat sebagai kepala daerah Negeri Lo ini, juga hanya diberi tanah seratus li. Itu bukan karena tanahnya tidak cukup, melainkan sudah seharusnya hanya seratus li. Begitupun ketika (Kiang) Thaikong diangkat sebagai kepala daerah di Negeri Cee, juga hanya diberi tanah seratus li. Itupun bukan karena tanahnya tidak cukup, melainkan memang sudah seharusnya hanya seratus li."

(7) "Kini Negeri Lo sudah mempunyai lima kali seratus li; kalau ada seorang raja besar yang memerintah, kiranya kekuasaan Negeri Lo akan dikurangi atau ditambah ?"

(8) "Meskipun dengan mudah dapat mengambil dan memberikan suatu negeri, seorang yang berperi Cinta Kasih tidak akan melakukannya. Apalagi kalau harus membunuh untuk mendapatkannya."

(9) "Seorang Kuncu di dalam mengabdi kepada rajanya, ia hanya merasa bertugas membawa rajanya menempuh Jalan Suci, dan menujukan citanya kepada Cinta Kasih."