Si Shu

Kitab Empat · 四书

Lun Yu · Sabda Suci

Bab 18

Ayat 1

(1) (Oleh karena Raja Tiu berbuat jahat) Bicu menyingkirkan diri, Kicu dihukum menjadi budak dan Pikan dianiaya sehingga mati (Bingcu IIA : 1/8)

(2) Nabi Khongcu bersabda, "Kerajaan Ien masih mempunyai tiga orang yang berperi Cinta Kasih."

Ayat 2

(1) Liuhe Hwi tiga kali diangkat dan diturunkan sebagai menteri kehakiman. Ada orang bertanya, "Mengapakah Tuan tidak pergi saja?" (S.S. XV : 14)

(2) Jawabnya, "Kalau aku menjalankan hidup lurus di dalam Jalan Suci untuk mengabdi kepada seseorang, dimanakah aku tidak akan diangkat dan dipecat? Kalau aku mau mengingkari Jalan Suci untuk mengabdi kepada seseorang, mengapakah aku harus meninggalkan negeri orang tuaku?"

Ayat 3

Di dalam suatu musyawarah, Raja muda King dari Negeri Cee membicarakan sikapnya terhadap Nabi Khongcu, "Aku tidak dapat memberikan kedudukan kepadaNya setingkat kepala Keluarga Kwi, maka Ia akan kuberi kedudukan setingkat dengan kedudukan Kepala Keluarga Kwi dan Kepala Keluarga Bing" (S.S. II : 5) Kemudian berkata lagi, "Aku sudah terlalu tua, aku tidak dapat menggunakan tenagaNya lagi," Maka Nabi Khongcupun meninggalkan Negeri Cee.

Ayat 4

Negeri Cee mengirimkan penari-penari wanita ke Negeri Lo. Kwi Hwancu menerimanya dan tiga hari tidak ada sidang di istana. Maka Nabi Khongcupun meninggalkan Negeri Lo.

Ayat 5

(1) Ciap-i seorang majenun dari Negeri Cho melewati Nabi Khongcu sambil bernyanyi-nyanyi, "0, burung Hong, burung Hong; sudah melemahkah Kebajikanmu? Yang sudah lalu tidak dapat dicegah, yang mendatang saja mungkin dapat dikejar. Sudahlah! Sudahlah! Memegang pemerintahan pada jaman sekarang ini sungguh berbahaya." (S.S. IX: 9).

(2) Nabi Khongcu turun dari kereta, ingin berbicara dengannya; tetapi orang itu cepat menyingkirkan diri sehingga tidak dapat diajak berbicara.

Ayat 6

(1) Tiang-chi dan Kiat-lik mengerjakan sawahnya. Nabi Khongcu melewati mereka lalu menyuruh Cu-lo menanyakan letak tempat penyeberangan. (S.S. XIV: 39)

(2) Tiang-chi membalas bertanya, "Siapakah yang memegang kendali kereta itu?"

Cu-lo menjawab, "Dialah Khong Khiu."

"Khong Khiu dari negeri Lo itu?"

"Benar!"

"0, Dia tentu tahu tempat penyeberangannya."

(3) Cu-lo lalu bertanya kepada Kia-tlik. Kiat-lik membalas bertanya, "Siapakah Tuan?"

"Tiong Yu."

"0, penganut Khong Khiu dari Negeri Lo itu?"

"Benar."

"Banjir sudah melanda segala sesuatu di dunia ini, siapakah yang dapat memperbaiki? Daripada engkau mengikuti orang yang hendak menyingkiri orang-orang jahat dengan pergi ke tempat-tempat lain, bukankah lebih baik ikut aku menyingkiri masyarakat." Lalu melanjutkan pekerjaannya.

(4) Cu-lo melaporkan hal itu kepada Nabi. Nabi sambil mengeluh bersabda, "Kita manusia, tidak dapat hanya hidup bersama burung dan hewan. Bukankah Aku ini manusia? Kepada siapakah Aku harus berkumpul? Kalau dunia dalam Jalan Suci, Khiu tidak usah berusaha memperbaikinya."

Ayat 7

(1) Cu-lo tertinggal di belakang dan menjumpai seorang tua dengan pikulannya menggalas tempat rumput. Cu-lo bertanya, "Berjumpakah Tuan dengan Guruku?"

Orang tua itu berkata, "Hai orang yang ke empat anggota tubuhmu tidak dapat bekerja dan tidak dapat membedakan kelima macam hasil bumi, siapakah mengenal Gurumu?" Setelah itu lalu menancapkan pikulannya dan mulai menyabit rumput.

(2) Cu-lo dengan merangkapkan ke dua tangannya berdiri di dekat orang itu. Kemudian, orang itu mengajak Cu-lo menginap di rumahnya. Di sana ia dipotongkan ayam dan ditanakkan nasi sebagai jamuan; dan, diperkenalkan dengan kedua orang anaknya. Keesokan harinya Cu-lo pergi dan melaporkan kepada Nabi. Nabi bersabda, "Dia seorang yang menyembunyikan dirinya." Lalu disuruhnya Cu-lo menjumpai sekali lagi, tetapi setibanya di sana ternyata orang itu sudah pergi.

(3) (Kepada ke dua orang anaknya) Cu-lo berkata "Seseorang yang mengelakkan diri tidak mau memangku jabatan, itu tidak menetapi kewajiban; kalau hubungan antara yang tua dan yang muda saja tidak boleh disia-siakan, bagaimanakah kewajiban seorang menteri kepada rajanya, boleh begitu saja disia-siakan? Ini berarti, karena hanya ingin membersihkan diri sendiri, membuat perkara besar kacau. Seorang Kuncu memangku jabatan adalah untuk menjalankan kewajiban. Hal Jalan Suci tidak dapat berkembang saat ini, ia sudah menyadarinya."

Ayat 8

(1) Orang-orang yang telah mengundurkan diri dari dunia ramai ialah: Pik-i, Siok-cee, Gi-tiong, I-iet, Cu-tiang, Liuhe Hwi dan Siau-lian.

(2) Nabi bersabda, "Yang tidak mau merendahkan cita-citanya dan tidak mau mencemarkan dirinya ialah Pik-i dan Siok-cee." (S.S. V:23) (3) "Liuhe Hwi dan Siau-lian mau merendahkan cita-citanya dan mau mencemarkan dirinya, tetapi kata-katanya selalu tepat dan perbuatannyapun tepat dengan pikiran yang benar. Demikianlah mereka."

(4) "Gi-tiong dan I-iet menyembunyikan diri dan berlagak gila; tetapi, dirinya tetap bersih dan membuang dirinya itu berdasar perhitungan yang benar."

(5) "Aku lain dengan mereka itu; bagiKu, tiada sesuatu yang mesti boleh atau mesti tidak boleh."

Ayat 9

(Karena Tiga Keluarga Besar Negeri Lo merusak adat istiadat) Pemimpin umum musik, Ci, lari ke Negeri Cee; pemimpin musik saat makan ke dua, Kan, lari ke Negeri Cho; pemimpin musik saat makan ke tiga, Liau, lari ke Negeri Chai; pemimpin musik saat makan ke empat, Khwat, lari ke Negeri Chien; penabuh tambur. Hong-siok, lari ke seberang Sungai Hoo; penabuh tambur kecil, Bu, lari ke daerah Sungai Han dan pembantu pemimpin musik, Yang, serta penabuh alat musik batu, Siang, lari keseberang lautan.

Ayat 10

Pangeran Ciu memberi nasihat kepada (puteranya) Pangeran Negeri Lo, "Seorang Kuncu tidak menyia-nyiakan keluarga. Janganlah menjadikan menteri-menteri besarmu menyesal. Pegawai yang lama bila tidak terlalu berbuat salah, jangan dipecat. Janganlah mengharap seorang dapat mengerjakan segala sesuatu."

Ayat 11

Dinasti Ciu mempunyai delapan orang terpelajar yakni: Pik-tat, Pik-kwat, Tiong-tut, Tiong-hut, Siok-ya, Siok-he, Kwi-swi dan Kwi-wa. (Empat pasang saudara kembar dari seorang ibu pada jaman kejayaan dinasti Ciu).