(1) Ketika Bingcu menjadi tamu kehormatan di Negeri Cee, ia diutus raja pergi ke Negeri Tin untuk menyampaikan Bela sungkawa raja. Raja menyuruh pembesar Kota Khap, Ong-hwan, menjadi pembantu dalam perjalanan. Ong-hwan tiap-tiap pagi dan sore menjumpai Bingcu, tetapi sampaipun sudah dalam perjalanan pulang ke Negeri Cee, Bingcu belum pernah mengajaknya berbicara tentang jalan urusannya.
(2) Kong-sun Thio berkata, "Kedudukannya (Ong-hwan) di Negeri Cee tidaklah kecil, jarak perjalanan antara Negeri Cee dan Tin tidaklah dekat; mengapakah dari saat berangkat sampai pulang belum pernah juga guru mengajaknya berbicara tentang jalan urusan ? Mengapakah?" "Dalam hal ini sudah ada petugas-petugasnya sendiri. Mengapakah aku harus membicarakannya pula?"