(1) Bingcu dari Negeri Cee melakukan pemakaman (jenazah ibunya) ke Negeri Lo. Ketika kembali ike Negeri Cee ia bermalam di Kota Ing. Chiong Gi mohon bertanya, "Beberapa hari yang lalu guru dengan tidak memandang kebodohan Gi, sudah menyuruh Gi menilik pekerjaan tukang kayu membuat peti mati. Karena guru amat sibuk, Gi tidak berani bertanya. Kini ingin murid bertanya, bukankah kayunya terlalu bagus?" (IB:16).
(2) "Pada jaman kuno tiada Batas ukuran untuk peti mati dalam maupun peti mati luar. Kemudian di jaman pertengahan ditetapkan peti mati dalam 7 cun tebalnya dan peti mati luar disesuaikan dengan peti mati dalam. Ini berlaku dari kaisar sampai kepada rakyat jelata. Ini bukan sekedar untuk keindahan pandangan, melainkan menuruti rasa hati manusia." (Lee Ki XIX:2)
(3) "Kalau tidak diperkenankan, orang tidak boleh berbuat demikian kalau tiada harta, orang tidak boleh berbuat demikian pula. Tetapi bila peraturan memperkenankan dan ada harta, maka semua orang jaman dahulu berbuat demikian. Mengapakah hanya aku tidak boleh berbuat demikian?"
(4) "Lebih-lebih pula dengan dapat menjaga jenazah orang tua tidak sampai bersentuhan dengan tanah, bukankah ini melegakan hati?"
(5) "Aku mendengar bahwa seorang Kuncu tidak mau karena cintanya kepada harta lalu berhemat-hematan untuk kepentingan orang tuanya!"