Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 3b

Ayat 5

(1) Ban Ciang bertanya, "Negeri Song ialah sebuah negeri kecil, kini ingin menjalankan pemerintahan raja-raja besar; tetapi khawatir kalau nanti Negeri Cee dan Cho menyerbunya. Bagaimanakah sebaiknya?"

(2) Bingcu berkata, "(Dahulu) Sing Thong di Negeri Pok, bertetangga dengan Negeri Kat. Pangeran Kat berbuat sewenang-wenang dan tidak melakukan sembahyang. Sing Thong menyuruh orang bertanya, mengapakah tidak melakukan upacara sembahyang. Dijawab, tidak punya hewan korban. Kemudian Sing Thong menyuruh orangnya mengirim kerbau dan kambing, Pangeran Kat memakannya dan tidak untuk upacara sembahyang. Sing Thong menyuruh orang untuk bertanya pula, mengapakah tidak dilakukan upacara sembahyang. Dijawab, tidak punya beras yang baik untuk itu! Sing Thong menyuruh rakyat Negeri Pok pergi bercocok tanam disana dan menyuruh orang-orang yang tua dan lemah untuk mengantar makanan. Pangeran Kat lalu membawa rakyatnya dan merampok arak, nasi, sekoi dan beras yang diantar sebagai rangsum itu; yang tidak mau menyerahkan lalu dibunuh, diantaranya ada seorang anak yang membawa sekoi dan daging yang sudah masak ; setelah dirampok kemudian dibunuh.

Di dalam Kitab Su King tertulis, 'Pangeran Kat memusuhi orang yang mengirim rangsum ke sawah' Ini hendak mengatakan kejadian itu." (Su King IV.2)

(3) "Dengan dasar pembunuhan terhadap anak inilah kemudian digerakkan tentara untuk menghukum. Orang-orang di empat penjuru lautan semua berkata, 'Dia bukan bermaksud merampas kekayaan dunia, tetapi hendak membalaskan dendam seorang ayah dan seorang ibu rakyat jelata.'"

(4) "Sing Thong ketika pertama melakukan penghukuman, ialah mulai dari Negeri Kat ini. Dia menghukum sampai sebelas kali penyerbuan, tetapi tiada orang yang memusuhinya. Daerah Timur dihukum, suku bangsa I di Barat merasa menyesal. Daerah Selatan dihukum, suku bangsa Tik di Utara merasa menyesal dan berkata, 'Mengapakah kita dibelakangkan?' Rakyat mengharapkan kedatangannya sebagai di musim kemarau mengharapkan hujan. Orang di pasar tidak menghentikan pekeraannya, di sawah tidak menunda pekerjaannya pula. Jadi dengan membunuh raja yang jahat untuk menolong rakyatnya adalah seperti hujan yang turun pada saatnya, sehingga rakyat bersukaria. Di dalam Kitab Su King tertulis, 'Aku menantikan rajaku, kedatangannya membebaskan diriku.' "(IB:11/2)

(5) "(Peristiwa lain). Ada segolongan pangeran yang tetap tidak mau tunduk (kepada Dinasti Ciu), maka dilakukan penghukuman ke Timur (oleh Raja Bu); lalu bergembiralah orang laki-laki maupun perempuan di sana. Dengan membawa keranjang bambu berisi kain sutera hitam dan kuning menyambutnya dan berkata, 'Kusambut Raja Dinasti Ciu karena akan kuperoleh sentosa'. Para menterinya saling menganjurkan tunduk kepada Dinasti Ciu yang besar itu. Maka para pembesarnya menaruh kain sutera hitam dan kuning penuh-penuh di dalam keranjang dan menyambut para pembesar Dinasti Ciu. Rakyatnya dengan bakul berisi nasi dan periuk berisi kuah menyambut rakyat Dinasti Ciu. Demikianlah sebagai menolong rakyat dari bahaya api dan banjir, dan hanya menangkap orang-orang yang durhaka."(Su King V:3.7.)

(6) "Di dalam Kitab Thay Si (Pernyataan Besar) tertulis, 'Aku, dengan balatentara melakukan penghukuman hanya akan menangkap orang-orang yang durhaka dan menghukum mati orang-orang yang sewenang-wenang. Semoga ini lebih gemilang dari tindakan yang dilakukan Sing Thong.' " (Su King V.1)

(7) "Nyatalah yang kau katakan tadi tidak benar-benar menjalankan pemerintahan raja-raja besar. Kalau menjalankan pemerintahan raja-raja besar, niscaya segenap rakyat di empat penjuru lautan semuanya akan mengangkat kepala, mengharapkan ia menjadi rajanya.

Betapapun besar Negeri Cee dan Cho, apakah yang perlu ditakutkan?"