(1) Kong-sun Thio bertanya, "Berlandas Kebenaran apakah guru tidak mau menerima para rajamuda?" Bingcu menjawab, "Pada jaman duhulu orang yang tidak menjadi menterinya tidak mau bertemu."
(2) Twan Kan-bok lari melompati pagar rumahnya (ketika didatangi Pangeran Bun dari Negeri Gwi) dan Siat Liu menutup pintu rumahnya agar tak dapat dimasuki (ketika didatangi Raja muda Bok dari Negeri Lo). Ini adalah keterlaluan. Kalau datangnya dengan sungguh hati, sebaiknyalah ditemui. (IIB:11/4)
(3) Ketika Yang Ho ingin menemui Khongcu, karena takut melanggar Kesusilaan, maka menggunakan Kesusilaan cara seorang pembesar memberi antaran kepada seorang Siswa, yaitu bila tidak dapat menerimanya sendiri barang antaran itu dirumah; orang itu harus datangsendiri ke rumah yang memberi untuk mengucapkan terima kasih. Yang Ho menyelidiki saatKhongcu tidak di rumah, lalu mengantariNya seekor babi panggang. Khongcu kemudian menyelidiki pula saat-saat ia (Yang Ho) tidak di rumah, lalu pergi mengucapkan terima kasih. Terjadinya hal ini ialah karena Yang Ho telah melakukan lebih dahulu. Sukar dikatakan bahwa Khongcu tidak mau menjumpainya. (SS.XVII :1)
(4) "Cingcu berkata, 'Orang yang sampai menggerak-gerakkan bahunya dan pura-pura tertawa manis itu, sesungguhnya lebih sengsara dari orang tani yang mencangkul pada musim kering.' Cu-lo berkata, 'Tidak disepakati, tetapi ikut-ikut menyela bicara, sehingga nampak wajahnya merah biru menahan malu; Yu tidak ingin mengenal orang semacam itu.' Dengan melihat hal-hal ini, dapatlah diketahui bagaimanakah seorang Kuncu harus memelihara sikapnya."