Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 3b

Ayat 9

(1) Kongtocu bertanya, "Orang luar menyebut guru sebagai orang yang suka berdebat. Memberanikan bertanya, apakah alasannya? "(IIA :2/17) Bingcu berkata, "Masakan aku suka berdebat? Sesungguhnya aku sangat terpaksa."

(2) "Sudah lama dunia ini ada kehidupan. Adakalanya teratur beres dan adakalanya kacau-balau."

(3) "Pada jaman Raja Giau, karena jalan air tertutup, terjadilah banjir besar melanda seluruh negeri. Ular dan naga bersarang dimana-mana. Rakyat tidak mempunyai tempat kediaman untuk menetap. Yang di dataran rendah membuat sarang di pohon-pohon dan yang di dataran tinggi berdiam di gua-gua. Di dalam Kitab Su King tertulis, 'Tercurahnya air sungguh mengejutkan!' Curahan air inilah yang menimbulkan banjir besar itu." (VIB:11)

(4) "Maka I disuruhnya mengatasi bencana alam itu. I lalu menggali saluran-saluran untuk mengalirkan air ke laut. Ular dan naga di usir ke tempat yang berawa-rawa. Demikianlah air dapat mengalir dengan baiknya, sehingga aliran Sungai Kang, Hwai, Hoo dan Han dapat teratur. Maka setelah bencana alam ini dapat diatasi, burung dan hewan liar yang membahayakan manusia dibersihkan; orang mendapatkan tanah-tanah datar untuk tempat kediamannya." (Su King II.2)

(5) "Setelah Giau dan Sun mangkat, Jalan Suci para Nabi itu makin melemah. Raja-raja yang sewenang-wenang bermunculan. Rumah-rumah, gedung-gedung diubah menjadi kolam-kolam, sehingga rakyat tidak mempunyai kesempatan beristirahat dan hidup tenteram. Sawah dan ladang diubah menjadi kebun bunga dan kebun binatang sehingga rakyat tidak beroleh sandang pangan. Kata-kata yang jahat dan perbuatan yang sewenang-wenang terjadi di mana-mana. Kebun bunga, kebun binatang dan kolam-kolam itu, karena amat rimbunnya, akhirnya mendatangkan banyak burung-burung dan hewan-hewan liar. Demikianlah setelah sampai jaman Raja Tiu, dunia menjadi sangat kacau."

(6) "Maka Pangeran Ciu lalu membantu Raja Bu menghukum Tiu dan menyerbu Negeri Yam. Setelah tiga tahun baru dapat mengalahkannya. Begitupun Hwi-liam dikejar sampai ke tepi laut, lalu ditangkap dan dihukum. Ada 50 negeri semuanya yang dihancurkan. Harimau, badak dan gajah dihalau jauh - jauh, maka seluruh dunia gembira sekali. Di dalam Kitab Su King tertulis,- Betapa gemilang karya yang dirintis Raja Bun. Betapa besar warisan yang diperjuangkan Raja Bu. Semuanya itu mendorong aku sebagai orang yang kemudian, memegang teguh kelurusan dan tidak menyeleweng." (Su King V.25)

(7) "Setelah turun-temurun, Jalan Suci itu menjadi lemah pula. Kata-kata jahat, laku sewenang-wenang, menteri membunuh raja dan anak membunuh ayah terjadi di mana-mana."

(8) "Khongcu merasa khawatir kejadian itu menjadi berlarut-larut, lalu Beliau menyusun Kitab Chun Chiu. Menulis Kitab Chun Chiu itu seharusnya pekerjaan seorang kaisar. Maka Khongcu berkata, "Kalau orang dapat memahami diriKu, tentu karena Kitab Chun Chiu dan kalau orang menyalahkan diriku, tentu karena Kitab Chun Chiu pula." (IVB: 21,22)

(9) Sejak saat itu tidak ada lagi raja yang bersifat Nabi, sehingga banyak di antara para rajamuda yang berbuat sewenang-wenang. Orang-orang terpelajar banyak pula yang mengungkap-ungkap perkara yang bersifat mengacaukan. Ajaran Yang Cu dan Bik Tik memenuhi dunia sehingga kata-kata yang memenuhi dunia saat ini, kalau tidak berdasar ajaran Yangcu tentu berdasar ajaran Bikcu. Ajaran Yangcu hanya mengutamakan diri sendiri : tidak mau mengakui adanya pemimpin. Bikcu mengajarkan cinta yang menyeluruh sama; tidak mengakui adanya orang tua sendiri! Yang tidak mengakui adanya orang tua sendiri, yang tidak mengakui adanya pemimpin, sesungguhnya hanya burung atau hewan saja. Kong-bing Gi berkata, 'Lemari dapur istana penuh daging gemuk, kandang-kandang didiami kuda tambun, tetapi wajah rakyat menampakkan kelaparan, di hutan dan ladang bergelimpangan mayat-mayat yang mati kelaparan. Ini berarti menuntun binatang memakan manusia.' (IA:4/4;VIIA:26)

Kalau ajaran Yangcu dan Bikcu tidak dipadamkan. Jalan Suci Khongcu tidak akan dapat bersemi; kata-kata jahat itu akan membodohkan rakyat, menimbuni Cinta Kasih dan Kebenaran. Bila Cinta Kasih dan Kebenaran tertimbun, ini seperti menuntun binatang memakan manusia; bahkan mungkin manusia memakan manusia.

(10) "Aku merasa khawatir akan hal ini, maka berusaha melindungi Jalan Suci para Nabi, melawan ajaran Yang dan Bik serta menyingkirkan perbuatan yang tidak bermoral ; agar kata-kata jahat tidak dapat berkembang. Kalau itu berkembang dan mengenai hati, niscaya akan dapat merusak urusan; kalau berkembang dan merusak urusan, niscaya akan merusak pemerintahan. Meskipun kelak hidup pula seorang Nabi, niscaya tidak akan dapat mengubah kata-kataku ini."

(11) "Pada jaman dahulu, I setelah mengatasi bahaya banjir lalu dunia menjadi damai. Pangeran Ciu menundukkan orang-orang I dan Tik serta menghalau hewan-hewan buas, lalu rakyat sejahtera. Khongcu menyelesaikan Kitab Chun Chiu, lalu para menteri jahat dan anak-anak durhaka menjadi ketakutan."

(12) "Di dalam Kitab Sanjak tertulis, 'Usir kembali orang-orang Tik, dan hukumlah. Negeri-negeri King dan Si : dengan demikian, siapa berani menyesalkan?' Ajaran yang tidak mengakui adanya orang tua dan tidak mengakui adanya pemimpin, berasal dari daerah yang dihukum Pangeran Ciu itu."(IV A:4/16)

(13) "Aku hanya ingin meluruskan hati orang-orang, memadamkan kata-kata jahat, melawan perbuatan yang pincang dan menyingkirkan perbuatan yang tidak bermoral. Aku ini hanya melanjutkan pekerjaan ke-tiga Nabi itu. Bagaimana boleh dikatakan aku suka berdebat? Aku hanya sangat terpaksa."

(14) "Yang dapat mengenyahkan ajaran Yang dan Bik, dialah penganut Nabi."