Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 4b

Ayat 28

(1) Bingcu berkata, "Bedanya seorang Kuncu dengan orang biasa ialah dalam hal menjaga hatinya. Seorang Kuncu dengan Cinta Kasih menjaga hatinya, dengan Kesusilaan menjaga hatinya."

(2) "Orang yang berperi Cinta Kasih itu mencintai sesama manusia. Yang Susila itu menghormati sesama manusia."

(3) "Yang mencintai sesama manusia, niscaya akan selalu dicintai orang. Yang menghormati sesama manusia, niscaya akan selalu dihormati orang."

(4) "Kalau sudah bersikap demikian namun ada orang yang berlaku tidak senonoh kepadanya, seorang Kuncu pasti berbalik memeriksa diri. 'Aku tentu sudah tidak berperi Cinta Kasih. Aku tentu sudah tidak Susila. Kalau tidak, mengapakah aku diperlakukan demikian?'"

(5) "Kalau ia sudah memeriksa diri dan ternyata sudah di dalam Cinta Kasih dan berlaku Susila, tetapi masih juga diperlakukan tidak senonoh, seorang Kuncu akan memeriksa diri pula, 'Aku tentu sudah tidak berlaku Satya.'"

(6) "Kalau sudah memeriksa diri dan ternyata sudah berlaku Satya, tetapi tetap diperlakukan tidak senonoh; maka seorang Kuncu akan berkata, 'Inilah orang yang tidak beres. Orang yang demikian itu tiada lebih dari burung atau hewan! Kepada burung atau hewan, mengapakah kita perlu menyusahkan diri?'"

(7) "Maka seorang Kuncu mungkin menderita susah sepanjang hidupnya, tetapi tidak akan jatuh di dalam bencana walau hanya sepagian saja. Kesusahan apakah yang dideritanya? Yaitu demikian, 'Sun itu orang, aku juga orang; tetapi Sun dapat menjadi teladan dunia dan ajarannya turun-temurun sampai sekarang, sedangkan aku tetap tidak lebih seorang kampung biasa?' Inilah kesusahan yang dideritanya. Menderita susah karena apakah? Karena belum dapat seperti Sun. Hanya itu sajalah. Hal yang dapat menjadikan seorang Kuncu jatuh di dalam bencana itu boleh dikatakan tidak ada, karena yang tidak berperi Cinta Kasih, tidak dilakukan; yang tidak Susila tidak dijalankan. Kalau suatu pagi ia jatuh di dalam bencana, seorang Kuncu tidak menganggap itu sebagai bencana."