(1) I dan Cik ketika menjalankan tugas dalam jaman yang tenteram itu, pernah tiga kali melewati rumah masing-masing dengan tanpa singgah; maka Khongcu memujinya.
(2) Gan Yan hidup pada jaman yang kacau, berdiam di kampung yang buruk, makan dengan hanya sebakul nasi yang kasar dan segayung air, yang bagi orang lain sudah tidak tahan; tetapi Gancu tidak berubah kegembiraannya, maka Khongcu memujinya (SS VI:11)
(3) Bingcu berkata, "I, Cik dan Gan Hwee semuanya di dalam Jalan Suci yang sama."
(4) "I berpikir kalau di dunia ada yang tenggelam karena banjir, ia merasa seperti dirinya yang menenggelamkan. Cik berpikir kalau di dunia ada yang menderita kelaparan, ia merasa seperti dirinya yang menyebabkan kelaparan itu. Demikian mereka bekerja dengan penuh semangat."
(5) "I, Cik dan Gancu kalau bertukar tempat akan berbuat sama."
(6) "Kini, kalau ada orang serumah sedang berkelahi; untuk melerainya biarpun kita hanya dengan mengikatkan topi pada rambut yang tidak tergelung : itu boleh juga."
(7) "Tetapi kalau ada perkelahian di kampung tetangga, dengan hanya mengikatkan topi pada rambut yang tidak tergelung untuk pergi melerainya; itu sikap yang salah. Bahkan umpama kita menutup pintu di dalam rumah, itu masih boleh juga."