Si Shu

Kitab Empat · 四书

Meng Zi · Meng Zi · Bab 5a

Ayat 2

(1) Ban-ciang bertanya, "Di dalam Kitab Sanjak tertulis, 'Orang hendak menikah apakah yang harus dilakukan? Ia harus memberitahu ayah-bundanya.' Kalau kata-kata ini dapat dipercaya, niscaya tidak ada yang lebih dapat mengikutinya dari pada Sun. Tetapi mengapakah Sun menikah dengan tidak memberitahu (kepada orang tuanya) lebih dahulu?"

Bingcu menjawab. "Kalau ia memberitahu, niscaya ia tidak dapat menikah. Hal laki-laki dan perempuan hidup berkeluarga, adalah hubungan terbesar di dalam hidup manusia. Kalau dengan memberitahu, kemudian menyebabkan hancurnya hubungan terbesar di dalam hidup manusia itu, pasti juga akan menjadikan ayah-bunda akhirnya menjadi menyesal. Itulah sebabnya maka tidak memberitahu." (Si King 1.8.6.3; Bc IVA; 26).

(2) Ban-ciang bertanya, "Hal Sun tidak memberitahu tentang pernikahannya itu sudah murid dengar dengan mengerti. Tetapi hal raja hendak mengambil Sun sebagai menantu, mengapakah juga tidak memberitahu (kepada orang tua Sun)? Raja sudah tahu bahwa bila dia memberitahu, diapun tidak akan dapat mengambilnya sebagai menantu. "

(3) Ban-ciang berkata, "Orang tuanya pernah menyuruh Sun memperbaiki lumbung, (ketika Sun masih di atas genting) tangganya diambil, lalu Ko-so (ayahnya) membakar gudang itu. Juga pernah disuruh memperdalam perigi, ketika Sun sudah keluar, (orang tuanya yang menyangka Sun masih di dalam) perigi itu lalu ditimbuni, Chiang (adik tiri Sun) lalu berkata, 'Akal menimbuni pangeran baru ini di dalam perigi adalah jasaku. Lembu dan kambingnya biarlah untuk ayah dan ibu. Gudang dan lumbungnya biarlah untuk ayah dan ibu pula. Aku mengambil perisai, tombak, celempung dan busurnya. Kedua ipar itu akan kusuruh mengatur tempat tidurku! Chiang lalu pergi ke rumah Sun. Saat itu Sun sedang berada di atas bangku memetik celempungnya.' Chiang lalu berkata, 'Hamba datang kemari karena ingat dan ingin bertemu dengan tuanku: Ia berkata dengan wajah malu.' Sun berkata, 'Sangat banyak menteri-menteriku, maukah engkau membantu aku mengatur mereka?' Murid tidak mengerti apakah Sun tidak mengetahui bahwa Chiang hendak membunuhnya?" "Bagaimanakah ia tidak tahu? Tetapi ia merasa sedih bila Chiang bersedih dan ia merasa gembira bila Chiang bergembira."

(4) "Tidakkah Sun hanya berpura-pura gembira?" "Tidak! Dahulu ada seorang bernama Cu-san, menteri Negeri Ting. Pada suatu hari, ia menerima antaran ikan hidup. Cu-san kemudian menyuruh orangnya untuk memelihara ikan itu di dalam kolam, tetapi perawat kolam itu memasak ikan itu dan memakannya. Setelah itu memberi laporan, 'Tadi ketika ikan itu dilepaskan di dalam kolam nampak agak bingung, tetapi sebentar kemudian sudah nampak leluasa dan berenang kian kemari dengan senang.' Cu-san berkata, 'Ia sudah mendapat tempatnya. Ia sudah mendapat tempatnya' Perawat kolam itu lalu keluar dan berkata, 'Siapa mengatakan Cu-san Bijaksana? Ikan itu sudah kumasak dan kumakan', tetapi dia berkata, 'Ia sudah mendapat tempatnya. Ia sudah mendapat tempatnya. ' (SS.VI: 26)

Begitulah seorang Kuncu bisa ditipu dengan apa-apa yang nampak wajar, tetapi tidak dapat disesatkan dengan apa-apa yang tidak berdasarkan Jalan Suci. Ia datang dengan cara seorang adik mencintai kakaknya, maka sudah tentu (Sun) dapat sungguh-sungguh percaya dan bergembira. Bagaimanakah bisa dianggap berpura-pura?"