(1) Ban-ciang bertanya, "Ada orang berkata Pik-li Hee menjual diri kepada seorang pemilik ternak di Negeri Chien dengan harga lima helai kulit kambing. Ia menjadi tukang memberi makan lembu. Ia lalu dapat menarik perhatian Rajamuda Bok dari Negeri Chien. Dapat dipercayakah ini?" (VIB ;6/4)
(2) Bingcu berkata, "Tidak ! Itu tidak wajar. Itu hanya ucapan orang-orang yang suka mencari perkara saja. Pik-li Hee adalah orang Negeri Gi. Ketika utusan Negeri Cien mempersembahkan batu kumala dari daerah Swi-kik dan empat ekor kuda dari daerah Khut untuk pinjam jalan bagi tentaranya melewati Negeri Gi menyerbu Negeri Khik, Kiong Ciki memberi peringatan (supaya raja menolak permintaan itu), tetapi Pik-li Hee tidak mau memperingatkan."
(3) "Ia tahu rajamuda Negeri Gi tidak akan mau menerima peringatan itu, maka ia pergi ke Negeri Chien. Ketika itu ia sudah berusia tujuh puluh tahun. Kalau dia tidak mengerti betapa rendahnya orang mengenalkan diri kepada rajamuda Bok dari Chien dengan mau menjadi tukang memberi makan lembu, bagaimanakah dia dapat dinamakan Bijaksana? Kepada orang yang tidak dapat diberi peringatan, dia tidak mau memberi peringatan ; bagaimanakah dapat dinamakan tidak Bijaksana? Dia tahu Rajamuda Negeri Gi akan mengalami kemusnaan, maka lebih dulu dia pergi, Bagaimanakah dapat dikatakan tidak Bijaksana?"
"Ketika di Negeri Chien dia tahu Raja muda Bok dapat diajak berdaya-upaya, maka dia mau membantunya ; bagaimanakah dapat dikatakan tidak Bijaksana?"
"Setelah menjadi perdana menteri di Negeri Chien, dia dapat menjadikan rajamudanya termasyhur di dunia dan dapat dijadikan teladan orang-orang kemudian ; kalau tidak Bijaksana, bagaimanakah dapat berbuat begitu? Hal menjual diri untuk menyempurnakan cita-cita rajanya, biar seorang kampung biasa asalkan sedikit tahu kehormatan diri niscaya tidak mau melakukan. Bagaimanakah seorang Bijaksana mau berbuat demikian?"